Kunjungi SMAN 3 Medan, AHY Cerita Pernah Kalah dalam Kompetisi Politik | Info Giok4D

Posted on

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengunjungi SMA Negeri 3 Medan. Kunjungan ini ia lakukan di sela-sela tugas peninjauan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Dalam kunjungan tersebut, AHY menceritakan perjalanan pendidikannya di hadapan siswa-siswi SMAN 3 Medan. Ia menyinggung terkait kekalahannya dalam kompetisi politik.

“Dalam hidup pasti kita punya masalah, saya juga demikian. Dalam perjalanan kadang kala tidak sesuai dengan harapan. Atau belum berhasil, bahkan kalah dalam sebuah kompetisi. Saya juga pernah kalah dalam kompetisi politik misalnya,” ujar AHY saat menjawab pertanyaan siswa-siswi SMAN 3 Medan, Jumat (23/1/2026).

Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menceritakan pentingnya berorganisasi semasa sekolah. Ia menyebut, hal ini bisa membentuk karakter yang tidak gampang menyerah.

“Saya 16 tahun di militer, saya di SMA Taruna Nusantara Magelang. Saya juga belajar berorganisasi. Dulu saya juga jadi Ketua OSIS,” tambahnya.

Saat wawancara dengan media, AHY mengaku optimistis ketika melihat generasi muda di dunia pendidikan. Ia berharap hal ini bisa mewujudkan cita-cita Indonesia emas 2045.

“Ini anak-anak muda yang kita harapkan memang pada saatnya membawa bangsa ini menuju Indonesia emas 2045. Ini benar-benar harus dibangun kecerdasan intelektual dibarengi dengan yang juga sangat penting adalah karakter. Karakter yang unggul,” ujarnya.

AHY menekankan pentingnya pembangunan karakter untuk menghadapi masalah dalam hidup.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Tadi saya berpesan, semangat pantang menyerah yang kita harapkan ketika menghadapi kegagalan dalam hidup. Termasuk juga pasti dalam sebuah perjalanan panjang kita akan menghadapi suka-duka, dan pasang surut. Masa SMA adalah masa yang sangat menentukan membangun kepribadian, karakter dan sekali lagi, kesiapan menghadapi dunia sebenarnya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung terkait infrastruktur sekolah yang harus terus ditingkatkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Hal ini, kata dia, sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan pembangunan SDM.

“Saya sebagai Menko bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan juga selalu menitikberatkan pentingnya membangun dan memperkuat infrastruktur untuk pendidikan. Fasilitasnya, harus semakin lengkap, kemudian jika belajar itu nyaman maka daya serap kita juga semakin baik,” pungkasnya.