Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan kuota haji Provinsi Aceh tahun 2026 mencapai 5.426 orang. Jumlah tersebut bertambah dari tahun lalu.
“Kuota haji Aceh tahun ini 5.426 orang, bertambah lebih 1.048 orang dibandingkan tahun lalu,” ujar Plt Kanwil Kemenhaj Aceh Arijal, Senin (19/1/2026).
Arijal menyebut calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua disebut lebih dari 100 persen. Pelunasan Bipih tahap kedua berakhir 9 Januari lalu.
“Insyaallah Aceh itu memperoleh 101 persen (pelunasan). Jadi walaupun ada kendala di sana-sini jemaah kita banyak terkendala karena musibah banjir bandang ini,” kata Arijal.
Arijal menjelaskan, ada 600 calon jemaah yang mengundurkan diri sejak pelunasan tahap pertama dibuka karena sakit dan sebab lainnya. Mereka yang mundur langsung digantikan oleh calon jemaah yang masuk kuota cadangan.
Sementara pasca pelunasan, empat jemaah mengundurkan diri karena berbagai alasan. Arijal menyebutkan, ada jemaah tidak jadi berangkat karena terdampak bencana.
“Mungkin karena kondisi seperti sekarang ini atau juga mungkin kondisi penggabungan mereka lansia butuh pendampingan. Ada yang sebelum bencana memang sudah rencananya mengundurkan diri. Tapi yang mundur setelah bencana sebenarnya nggak terlalu besar,” jelas Arijal.
Menurutnya, jemaah yang mengundurkan diri akan diprioritaskan untuk diberangkatkan tahun depan. Dia berharap calon jemaah sudah melakukan pelunasan tidak lagi mengundurkan diri sehingga dapat berangkat ke Tanah Suci.
Saat ini, kata Arijal, pihaknya sedang mengkoordinir dokumen untuk mengajukan visa ke kedutaan besar Arab Saudi. Dokumen calon jemaah yang sudah dikirimkan mencapai 77 persen.
“Selanjutnya masuk ke dalam tahap pengkloteran. Tahun ini jemaah berangkat dalam 14 kloter dan setiap kloter itu 393 jemaah,” ujar Arijal.







