Satu unggahan yang menyebutkan seorang pemuda berinisial COT (25) tewas overdosis usai minum minuman keras saat pesta ulang tahun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Setelah acara ultah itu, korban juga disebut pergi ke salah satu tempat hiburan malam (THM).
Berdasarkan unggahan yang dilihat infoSumut, terlihat ada satu peti jenazah di dalam ruangan. Di dekat peti tersebut, ada foto seorang pria diduga korban.
Narasi unggahan itu menyebut bahwa korban tewas usai pesta ulang tahun dan pergi ke THM Blue Night untuk lanjut minum.
Kapolsek Sei Bingai AKP Endramawan Sitepu mengatakan informasi kejadian itu awalnya diterima pihaknya pada Sabtu (17/1). Informasi itu menyebutkan soal adanya pemuda yang meninggal dunia di Kecamatan Sei Bingai, Langkat.
Pihak kepolisian pun turun ke lokasi dan menyelidiki informasi itu. Selain itu, petugas kepolisian juga mendatangi rumah korban yang berada di Desa Purwobinangun, Sei Bingai.
“Setibanya di rumah duka, personel mendapati jenazah korban sudah disemayamkan di rumahnya,” kata Endramawan dalam keterangannya.
Polisi pun mendalami soal kematian korban. Berdasarkan keterangan teman korban berinisial RE (22) dan JS (50), kejadian bermula saat korban dan empat temannya pergi merayakan acara ultah yang berada tepat di samping rumah korban, Jumat (16/1) sekira pukul 23.00 WIB.
“Sekitar pukul 24.00 WIB, COT bersama teman-temanya sedang mengkonsumsi minuman keras,” jelasnya.
Setelah itu, kata Endramawan, sekira pukul 02.00 WIB, korban dan rekan-rekannya lanjut pergi ke lokasi tempat hiburan malam dengan inisial BN di Dusun Ban Rejo Desa Purwobinangun. Di THM itu, korban kembali mengonsumsi minuman keras.
“Setibanya di THM BN, korban dan rekan-rekannya kembali mengkonsumsi minuman keras,” kata Endramawan.
Sekira pukul 04.00 WIB, teman korban melihat korban sudah dalam kondisi terduduk. RE pun mendekati korban dan melihat mulut korban telah mengeluarkan busa.
RE pun langsung memanggil JS dan membawa korban ke klinik terdekat yang berada di Desa Purwobinangun. Setibanya di sana, pihak klinik menyarankan agar korban dibawa ke RSU Djoelham Binjai.
Sekira pukul 04.30 WIB, korban tiba di RSU Djoelham Binjai dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dokter pun langsung menangani korban.
Namun, nahas, sekira pukul 05.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Sekira pukul 06.00 WIB, korban dibawa ke rumah duka.
Terkait apakah korban tewas usai mengalami overdosis, Endramawan belum merincinya. Namun, terkait kejadian ini, pihak keluarga menolak jasad korban diautopsi.
“Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah dan tidak menuntut pihak manapun. Keluarga juga membuat surat pernyataan keberatan dilakukan autopsi terhadap jenazah dengan harapan agar almarhum tenang di alam sana,” pungkasnya.
Sekira pukul 04.00 WIB, teman korban melihat korban sudah dalam kondisi terduduk. RE pun mendekati korban dan melihat mulut korban telah mengeluarkan busa.
RE pun langsung memanggil JS dan membawa korban ke klinik terdekat yang berada di Desa Purwobinangun. Setibanya di sana, pihak klinik menyarankan agar korban dibawa ke RSU Djoelham Binjai.
Sekira pukul 04.30 WIB, korban tiba di RSU Djoelham Binjai dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dokter pun langsung menangani korban.
Namun, nahas, sekira pukul 05.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Sekira pukul 06.00 WIB, korban dibawa ke rumah duka.
Terkait apakah korban tewas usai mengalami overdosis, Endramawan belum merincinya. Namun, terkait kejadian ini, pihak keluarga menolak jasad korban diautopsi.
“Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah dan tidak menuntut pihak manapun. Keluarga juga membuat surat pernyataan keberatan dilakukan autopsi terhadap jenazah dengan harapan agar almarhum tenang di alam sana,” pungkasnya.
