Di tengah arus modernisasi masyarakat Mandailing masih memegang teguh nilai kebersamaan melalui tradisi Marsialap Ari. Tradisi ini merupakan bentuk gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi ini biasanya dilakukan saat mengerjakan pekerjaan berat yang membutuhkan banyak tenaga, seperti membangun rumah, mengolah sawah, membuka ladang, hingga membantu persiapan pesta adat dan acara keagamaan.
“Dengan Marsialap Ari, warga sering bertemu dan bekerja bersama. Jika ada konflik, konflik bisa diminimalkan karena warga terbiasa berinteraksi dan saling membantu,hal Ini memperkuat ikatan sosial,” ujar budayawan, Sutan Nasution, Senin (5/1/2026).
Sutan mengatakan, warga yang dibantu tidak wajib membayar jasa. Hanya pihak yang dibantu memiliki kewajiban moral untuk membantu kembali ketika anggota masyarakat lain membutuhkan pertolongan.
“Oleh karena itu, tradisi ini menciptakan hubungan sosial yang erat dan rasa saling percaya antar warga,” Tutupnya.
Marsialap Ari menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih relevan dan penting dalam kehidupan modern. Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga identitas masyarakat Mandailing yang menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas sosial.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.







