Mengenal Tari Mbuah Page, Tari Tradisional Ikonik dari Suku Karo

Posted on

Suku Karo adalah salah satu suku yang mendiami dataran tinggi Sumatera Utara atau biasa disebut Tanah Karo. Suku Karo memang terkenal memiliki banyak kebudayaan unik seperti rumah adat tradisional, makanan tradisional, bahasa daerah, dan tarian tradsional. Salah satu tari tradisional paling ikonik dari Suku Karo adalah Tari Mbuah Page.

Tari Mbuah Page adalah salah satu tari tradisional paling sakral dan penting bagi masyarakat Suku Karo. Tari Mbuah Page berasal dari Bahasa Karo yaitu ‘mbuah’ yang berarti berbuah lebat, rimbun, dan buah yang bagus, sedangkan ‘page’ berarti padi.

Tari tradisional ini biasanya ditampilkan di pesta rakyat pasca panen Suku Karo yang disebut ‘Merdang Merdem’ yang dilaksanakan setahun sekali ataupun di festival kebudayaan. Tari Mbuah Page digunakan masyarakat Suku Karo sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah serta meminta doa kepada Tuhan untuk tetap memberkati pertanian agar terjauh dari hama dan bencana di tahun berikutnya.

Tari Mbuah Page menjadi tari tradisional paling ikonik bagi masyarakat Suku Karo karena tarian ini memperagakan proses menanam padi dari awal hingga padi siap dipanen dibalut dalam sebuah tarian.

Mayoritas masyarakat Suku Karo bekerja sebagai petani dan padi adalah tanaman penting yang melambangkan kemakmuran bagi masyarakat Suku Karo.

Tarian ini tidak bisa dilepaskan dari alunan musik khas Karo yang disebut dengan ‘Gendang Lima Sindalanen’, yang terdiri dari Sarune, Gendang Singanaki, Gendang Singindungi, Gendang Penganak, dan Gung.

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, gerakan Tari Mbuah Page menceritakan tentang proses menanam padi hingga padi siap dipanen seperti mencangkul, menanam bibit padi, memanen, dan memisahkan bulir padi dari batang padi.

Tarian ini dilakukan secara berpasangan laki-laki dan perempuan, biasanya terdapat 3 pasangan atau lebih. Gerakan tarian dilakukan dengan kompak dan juga mengandung makna rasa syukur, gotong royong, suka cita, dan pengharapan.

Para penari Tari Mbuah Page akan mengenakan pakaian adat tradisional kebanggaan Suku Karo yang disebut dengan ‘Uis Gara’ (kain khas Suku Karo yang berwarna merah. Warna merah bagi masyarakat Karo dilambangkan sebagai keberanian, energi, dan semangat hidup.

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di infocom.

Apa Itu Tari Mbuah Page?

Kenapa Tari Mbuah Page Penting Bagi Masyarakat Karo?

Gerakan yang Bercerita