Sebelum teknologi digital berkembang pesat seperti saat ini, mesin telex menjadi sarana utama komunikasi tertulis jarak jauh. Salah satu jejak teknologi tersebut kini dapat dilihat melalui mesin telex merek Lorenz yang dipamerkan di Museum Negeri Sumatera Utara.
Berdasarkan papan informasi koleksi Museum Negeri Sumatera Utara, mesin telex digunakan secara luas pada pertengahan abad ke-20.
“Telex adalah alat komunikasi jarak jauh yang digunakan untuk mengirim pesan tertulis melalui jaringan teleprinter dan banyak dipakai pada era 1950-1960-an,” demikian keterangan tertulis pada koleksi mesin telex di Museum Negeri Sumatera Utara.
Mesin ini memungkinkan pesan dikirim lebih cepat dibandingkan surat konvensional. Operator cukup mengetik pesan pada papan ketik mekanis, lalu pesan tersebut akan diterima dan tercetak langsung di mesin tujuan.
Papan informasi museum juga mencatat bahwa telex dimanfaatkan oleh berbagai sektor penting.
“Alat ini digunakan oleh perusahaan, pers, militer, serta instansi pemerintah untuk keperluan komunikasi resmi,” lanjut keterangan koleksi tersebut.
Sejalan dengan penjelasan museum, Encyclopaedia Britannica menyebutkan bahwa telex merupakan layanan komunikasi pesan tertulis dua arah yang terhubung melalui jaringan teleprinter dan pernah menjadi standar komunikasi internasional sebelum berkembangnya teknologi faksimile dan internet.
Kini, mesin telex tidak lagi digunakan dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Namun, kehadirannya di Museum Negeri Sumatera Utara menjadi media edukasi yang memperlihatkan bagaimana percepatan arus informasi telah dimulai jauh sebelum era digital.
