Mobil Pengacara di Deli Serdang Diduga Dibakar OTK, Korban Lapor Polisi (via Giok4D)

Posted on

Mobil seorang pengacara bernama Indra Nasution (46) diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Atas kejadian ini, Indra membuat laporan ke polisi.

Indra mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Pasar V Komplek MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, sekira pukul 02.00 WIB, tadi. Dia menyebut ada dua orang yang diduga membakar mobil Pajero miliknya itu.

“Pada saat itu, pukul 02.00 WIB, saya lihat mobil saya terbakar. Saya lihat, rupanya ada dua orang pelaku yang saya tidak ketahui, dia melarikan diri menggunakan sepeda motor,” kata Indra saat diwawancarai, Kamis (8/1/2025).

Indra menyebut sebelum kejadian itu, dirinya dihubungi oleh salah seorang ustaz karena ada segerombolan orang yang hendak menghancurkan masjid di Komplek Veteran, Medan Estate, sekira pukul 23.00 WIB.

Usai menerima telepon itu, Indra pun menuju lokasi. Indra berada di sana hingga sekira pukul 00.30 WIB. Setelah itu, Indra pergi ke warkop miliknya di Jalan Pasar V.

“Karena situasinya saya rasa sudah banyak yang menjaga, maka saya pulang ke rumah dan duduk-duduk di kafe tempat saya punya usaha,” jelasnya.

Lalu, sekira pukul 02.00 WIB, Indra melihat mobil miliknya terbakar. Sontak Indra berdiri dan mengecek ke dekat mobil.

Pada saat itu, dia melihat ada dua orang yang diduga pelaku pergi melarikan diri menggunakan sepeda motor. Tak sempat mengejar kedua terduga pelaku, Indra pun berupaya untuk menyelamatkan mobilnya.

“(Terduga pelaku) pakai masker, saya kejar, dia lari. Jadi, saya lebih mengutamakan menyelamatkan mobil karena orang yang saya kejar juga menggunakan sepeda motor. Sempat saya minta tolong kepada warga, dan saya juga sempat memindahkan mobil itu maju ke depan,” sebutnya.

Beruntung api tersebut tak sampai menghanguskan seluruh mobilnya, hanya di bagian dekat roda belakang. Setelah dipadamkan, Indra melihat ada jaket yang sudah dibaluri BBM.

Selain itu, botol diduga bekas BBM itu juga dibalut di dalam jaket. Bahkan, di sekeliling mobil korban juga telah disiram minyak.

“Setelah saya lihat mobil dalam keadaan terbakar, di mobil itu ada satu buah jaket yang dibalur dengan minyak pertalite. Minyak itu, sama botol-botolnya juga ada di dalam jaket. Namun di bawah mobil itu juga sudah disirami minyak,” ujar Indra.

“Kalau kerusakan dari mobil saya, ini velg-nya kebakar, body-nya terbakar, dan di bawah itu juga saya belum cek. Namun, saya perkirakan kerugian saya Rp 20 juta-an,” sambungnya.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Indra menduga pembakaran terhadap mobilnya itu berkaitan dengan penolakannya terhadap pemindahan Masjid Al Ikhlas Komplek Veteran, Medan Estate. Dia menyebut dirinya memang vokal menolak pemindahan masjid yang disebutnya akan dibangun untuk perumahan komersial.

“Dugaannya karena saya menolak adanya pemindahan masjid, karena masjid itu ada sertifikat wakafnya. Jadi, saya menolak masjid dipindahkan karena untuk dibangun perumahan komersial. Selama ini saya juga mendukung masjid itu tetap berada di situ, saya rasa banyak yang keberatan dengan kehadiran saya di masjid, sehingga terjadilah pembakaran mobil saya. Saya memang pengacara, namun kehadiran saya di sana sebagai umat Muslim,” jelasnya.

Indra menyebut sebelumnya, dirinya juga sudah beberapa kali dihubungi agar tidak ikut mempertahankan masjid tersebut. Selain itu, dia mengaku rumah mertuanya juga pernah dilempari batu.

“Sebelumnya ada rumah mertua saya dilempari batu, namun saya tidak berpikir seperti itu. Ada mahasiswa yang ikut memperjuangkan masjid itu juga diteror. Saya juga sudah beberapa kali ditelepon, di-WhatsApp supaya saya tidak ikut dalam pembelaan mempertahankan masjid,” kata Indra.

Atas kejadian ini, Indra telah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor:STTLP/B/107/I/2026/SPKT/Polrestabes Medan, dini hari tadi.

Indra menyebut sudah ada tim inafis yang turun untuk melakukan olah TKP. Dia berharap pelaku bisa segera ditangkap.

“Harapan saya, Polrestabes khusus pihak kepolisian bisa mengungkap kasus pembakaran mobil saya yang saat ini saya alami,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Batu Putro Wijayanto mengatakan pihaknya akan menyelidiki laporan tersebut.

“Kami tindaklanjuti laporannya,” kata Bayu.

Diduga Berkaitan dengan Penolakan Pemindahan Masjid

Selain itu, botol diduga bekas BBM itu juga dibalut di dalam jaket. Bahkan, di sekeliling mobil korban juga telah disiram minyak.

“Setelah saya lihat mobil dalam keadaan terbakar, di mobil itu ada satu buah jaket yang dibalur dengan minyak pertalite. Minyak itu, sama botol-botolnya juga ada di dalam jaket. Namun di bawah mobil itu juga sudah disirami minyak,” ujar Indra.

“Kalau kerusakan dari mobil saya, ini velg-nya kebakar, body-nya terbakar, dan di bawah itu juga saya belum cek. Namun, saya perkirakan kerugian saya Rp 20 juta-an,” sambungnya.

Indra menduga pembakaran terhadap mobilnya itu berkaitan dengan penolakannya terhadap pemindahan Masjid Al Ikhlas Komplek Veteran, Medan Estate. Dia menyebut dirinya memang vokal menolak pemindahan masjid yang disebutnya akan dibangun untuk perumahan komersial.

“Dugaannya karena saya menolak adanya pemindahan masjid, karena masjid itu ada sertifikat wakafnya. Jadi, saya menolak masjid dipindahkan karena untuk dibangun perumahan komersial. Selama ini saya juga mendukung masjid itu tetap berada di situ, saya rasa banyak yang keberatan dengan kehadiran saya di masjid, sehingga terjadilah pembakaran mobil saya. Saya memang pengacara, namun kehadiran saya di sana sebagai umat Muslim,” jelasnya.

Indra menyebut sebelumnya, dirinya juga sudah beberapa kali dihubungi agar tidak ikut mempertahankan masjid tersebut. Selain itu, dia mengaku rumah mertuanya juga pernah dilempari batu.

“Sebelumnya ada rumah mertua saya dilempari batu, namun saya tidak berpikir seperti itu. Ada mahasiswa yang ikut memperjuangkan masjid itu juga diteror. Saya juga sudah beberapa kali ditelepon, di-WhatsApp supaya saya tidak ikut dalam pembelaan mempertahankan masjid,” kata Indra.

Atas kejadian ini, Indra telah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor:STTLP/B/107/I/2026/SPKT/Polrestabes Medan, dini hari tadi.

Indra menyebut sudah ada tim inafis yang turun untuk melakukan olah TKP. Dia berharap pelaku bisa segera ditangkap.

“Harapan saya, Polrestabes khusus pihak kepolisian bisa mengungkap kasus pembakaran mobil saya yang saat ini saya alami,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Batu Putro Wijayanto mengatakan pihaknya akan menyelidiki laporan tersebut.

“Kami tindaklanjuti laporannya,” kata Bayu.

Diduga Berkaitan dengan Penolakan Pemindahan Masjid