Mobil Relawan Dibobol Maling-9 Orang Tewas Tertabrak KA

Posted on

Berbagai peristiwa dan kasus kriminal terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan terakhir. Misalnya, soal mobil relawan asal Banten yang dibobol maling hingga sembilan anggota keluarga yang tewas tertabrak kereta api.

Dua kejadian itu membuat heboh dan menarik perhatian masyarakat. Kedua peristiwa ini juga viral di media sosial.

Seperti apa kronologi kedua kejadian itu? Berikut infoSumut kembali ulas rangkumannya:

1. Mobil Relawan Asal Banten Dibobol Maling

Mobil relawan asal Banten dibobol maling saat berada di Kota Medan, sepulang dari lokasi bencana di Aceh.

Vera (29), rekan dari para relawan tersebut mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Karya Bakti I, Lingkungan I, Kecamatan Medan Polonia, Senin (19/1/2026). Saat kejadian, para relawan itu baru saja pulang dari Aceh dan singgah beristirahat di rumah Vera.

“Ini kan relawannya dari Banten, dari Aksi Semangat Peduli,” kata Vera, Selasa (20/1).

Vera menyebut para relawan ini ke Aceh untuk mendirikan dapur umum dan berbagi Al quran serta perlengkapan salat. Vera menyebut sudah seperti saudara dengan para relawan ini. Alhasil, sebelum pulang ke Banten, dirinya mengajak para relawan untuk singgah ke rumahnya di Jalan Karya Bakti itu.

Para relawan itu, kata Vera, tiba sekira pukul 02.00 WIB. Setibanya di Medan, para relawan pun bertamu ke rumah Vera dan mobil berisi barang-barang kebutuhan relawan itu diparkirkan di pinggir jalan.

Mereka pun mengobrol hingga waktu subuh. Lalu, sekira pukul 06.00 WIB, para relawan hendak mengambil barang mereka di mobil. Setibanya di mobil, para relawan melihat mobil sudah dalam kondisi berantakan.

Vera dan teman relawannya pun kaget melihat kondisi itu. Setelah dicek, ternyata mesin genset, tas dan sejumlah pakaian mereka telah hilang.

Kepala Lingkungan (Kepling) I Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Khairul Aswad mengatakan usai menerima informasi itu, Khairul pun langsung menuju lokasi dan menemui para relawan itu. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari relawan itu, harga genset itu mencapai Rp 17 juta.

“Mereka menelepon saya, saya langsung sigap, saya datang ke rumah mereka,” kata Khairul saat dikonfirmasi infoSumut, Selasa (20/1).

Setelah kejadian itu, Khairul bersama sejumlah warga lainnya pun berupaya untuk mencari keberadaan genset yang dicuri tersebut. Khairul dan sejumlah warga menyisir beberapa lokasi.

Belakangan ada warga yang menemukan genset dan pakaian itu, lalu menyerahkannya kepada Khairul untuk diserahkan kembali kepada para relawan tersebut.

Lalu, Khairul pun membawa genset itu ke rumah Vera, tempat para relawan tersebut beristirahat. Namun, ternyata saat itu para relawan tersebut telah melanjutkan perjalanannya. Alhasil, genset itu diserahkan Khairul kepada Vera.

2. 9 Anggota Keluarga Tewas Tertabrak KA di Tebing Tinggi

Sembilan orang tewas dalam insiden kecelakaan dengan kereta api di Kota Tebing Tinggi. Kesembilan korban ini merupakan satu keluarga.

Adapun para korban tewas itu, yakni Asrah atau Umi Zahara (80) serta beberapa anaknya, yakni Zaitun, Daratul Laila (50), dan Kadir (42). Lalu, ada juga anak Laila bernama Hafis (7), istri Kadir bernama Devi (41), anak dari Kadir dan Devi bernama Rafka (6) serta dua keluarga mereka bernama Rizal (59) dan Risnawati (57).

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya mengatakan peristiwa itu tepatnya terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (21/1) sekira pukul 18.30 WIB, tadi. Saat itu, mobil yang dikemudikan Abdul Kadir itu membawa delapan orang penumpang.

“Mobil penumpang Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Abdul Kadir membawa 8 orang penumpang kontra Kereta Api Sribilah Utama KA U53 CC 2018344,” kata Lidya, Rabu.

Usai menerima informasi kejadian itu, petugas kepolisian langsung turun ke lokasi. Setelah itu, para korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan pertolongan.

Dari keterangan warga yang berada di dekat lokasi kejadian, kata Lidya, warga sudah sempat meneriaki mobil tersebut agar tidak melintas. Pasalnya, pada saat yang bersamaan juga melintas kereta api dari arah Parapat menuju Tebing Tinggi.

Namun, saat itu, mobil tetap melintas di jalur kereta api itu. Akibatnya, kecelakaan pun tidak terelakkan.

Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi mengatakan ada enam orang warganya yang menjadi korban. Rinciannya, empat warga disemayamkan di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua dan dua orang lainnya dibawa ke rumah anaknya di Tanjung Morawa.

Sementara dua korban lainnya merupakan warga Kecamatan Medan Marelan dan disemayamkan di sana.

“Mereka satu keluarga semua,” kata Juliadi saat diwawancarai, Kamis (22/1).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, para korban awalnya pergi untuk menghadiri pesta di Kabupaten Batu Bara. Setelah itu, rombongan hendak membesuk saudara mereka yang tengah sakit di Tebing Tinggi.

“Datang ke sana untuk acara pertama undangan, yang kedua pulangnya melihat keluarga juga yang sakit,” jelasnya.

2. 9 Anggota Keluarga Tewas Tertabrak KA di Tebing Tinggi

Sembilan orang tewas dalam insiden kecelakaan dengan kereta api di Kota Tebing Tinggi. Kesembilan korban ini merupakan satu keluarga.

Adapun para korban tewas itu, yakni Asrah atau Umi Zahara (80) serta beberapa anaknya, yakni Zaitun, Daratul Laila (50), dan Kadir (42). Lalu, ada juga anak Laila bernama Hafis (7), istri Kadir bernama Devi (41), anak dari Kadir dan Devi bernama Rafka (6) serta dua keluarga mereka bernama Rizal (59) dan Risnawati (57).

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya mengatakan peristiwa itu tepatnya terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (21/1) sekira pukul 18.30 WIB, tadi. Saat itu, mobil yang dikemudikan Abdul Kadir itu membawa delapan orang penumpang.

“Mobil penumpang Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Abdul Kadir membawa 8 orang penumpang kontra Kereta Api Sribilah Utama KA U53 CC 2018344,” kata Lidya, Rabu.

Usai menerima informasi kejadian itu, petugas kepolisian langsung turun ke lokasi. Setelah itu, para korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan pertolongan.

Dari keterangan warga yang berada di dekat lokasi kejadian, kata Lidya, warga sudah sempat meneriaki mobil tersebut agar tidak melintas. Pasalnya, pada saat yang bersamaan juga melintas kereta api dari arah Parapat menuju Tebing Tinggi.

Namun, saat itu, mobil tetap melintas di jalur kereta api itu. Akibatnya, kecelakaan pun tidak terelakkan.

Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi mengatakan ada enam orang warganya yang menjadi korban. Rinciannya, empat warga disemayamkan di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua dan dua orang lainnya dibawa ke rumah anaknya di Tanjung Morawa.

Sementara dua korban lainnya merupakan warga Kecamatan Medan Marelan dan disemayamkan di sana.

“Mereka satu keluarga semua,” kata Juliadi saat diwawancarai, Kamis (22/1).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, para korban awalnya pergi untuk menghadiri pesta di Kabupaten Batu Bara. Setelah itu, rombongan hendak membesuk saudara mereka yang tengah sakit di Tebing Tinggi.

“Datang ke sana untuk acara pertama undangan, yang kedua pulangnya melihat keluarga juga yang sakit,” jelasnya.