Olvi Pradiyan (37) pemobil yang memukul pejalan kaki di Pekanbaru ditahan. Mirisnya, korban sempat ditantang saat mau ambil rekaman CCTV untuk melapor ke polisi.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian mengatakan pelaku beberapa kali melontarkan kalimat kasat ke korban.
“Pelaku sempat melontaskan kata-kata kasar ke korban,” kata Kasat Reskrim, Kamis (8/1/2026).
Tak hanya itu saja, istri pelaku juga turun dari mobil dan menilai korban yang justru menantang suaminya. Termasuk saat korban akan mengambil rekaman CCTV untuk bukti laporan polisi.
‘Laporlah polisi, saya tahu karakter suami saya. Mati bapak (korban) dibuat suami saya’. Begitulah ucapan istri pelaku pada korban akan mengambil rekaman pasca keributan.
Saat keributan itulah petugas keamanan sekolah coba menenangkan pelaku Olvi. Aksi itu pun viral di media sosial setelah terekam kamera pemobil di lokasi.
Saat ini kasus penganiayaan pemobil ke pejalan kaki itu telah dilimpahkan ke Jaksa, Selasa (6/1) kemarin. Dalam pelimpahan berkas, pelaku langsung ditahan.
“Perkara Penganiayaan Pasal 351 KUHP. Tersangka yang dilimpahkan inisial OP,” imbuh Kasat Reskrim.
Diketahui cekcok antara pemobil dan pejalan kaki terjadi di Pekanbaru, Kamis (28/8/2025), cekcok itu diduga bermula dari selisih di jalanan. Pejalan kaki lalu menghampiri sang sopir karena merasa tersenggol dan ia sempat memukul bodi mobil.
Aksi itu rupanya membuat pemobil emosi. Ia langsung turun dan menyorong pejalan kaki yang saat itu tengah menggendong balita di bagian depan di Jalan As-Shofa, Pekanbaru.
Pejalan kaki terlihat coba meletakkan sang anak, tetapi terus diserang hingga balita itu jatuh di jalanan. Aksi itu langsung membuat pejalan kaki emosi dan nyaris baku hantam.
Dalam video lain, terlihat keduanya dilerai masyarakat dan guru di sekolah As-Shofa. Namun pemobil justru ‘ngegas’ dan ngaku punya keluarga aparat.
“Ini sekolah pak, ini sekolah. Anak-anak ini ramai,” kata pria berkemeja putih meminta pemobil tenang.
Pria lain mengungkap pria berbaju putih itu polisi. Ia meminta mereka tenang, namun pemobil justru makin ngegas dan mengaku bukan pelaku.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Jangan bawa-bawa polisi bang, aku punya keluarga polisi. Bukan aku pelakunya,” kata pemobil dengan nada tinggi.
Tak lama datang guru wanita juga meminta pemobil tenang. Namun justru pemobil baju putih garis-garis biru itu semakin ngegas ke guru hingga memancing emosi yang lain di lokasi.
Sementara pejalan kaki berinisial RSS mengaku awalnya ia hanya tersenggol. Lalu refleks mengetuk body mobil.
“Posisi di awal itu saya jalan, tersenggol ya dan saya refleks saja (pukul body mobil). Tapi itu pelan, kan terlihat di video viral itu,” katanya.







