Pengunjung mengeluhkan daya tarik Medan Zoo sebagai tempat rekreasi dan edukasi, ternyata kondisinya tidak sesuai harapan. Koleksi hewan kini semakin sedikit.
Salah seorang pengunjung asal Dairi, Angelika mengungkapkan perasaannya usai mengelilingi Medan Zoo. Ia mengaku belum pernah ke Medan Zoo sehingga sangat ingin berkunjung untuk melihat langsung beraneka ragam hewan.
“Belum pernah kemari, sangking penasarannya ke sini biar lihat langsung hewan-hewan tersebut, ternyata zonk. Banyak hewan yang tidak ada di kandang, kami kira ada hewan ternyata kosong melompong,” ujarnya Angelika kepada infoSumut Sabtu (10/1/2026).
Angelika mengatakan awalnya ingin melihat beruang madu. Namun harus kecewa lantaran tidak melihat keberadaan beruang madu di kandangnya.
Ia pun menyebut koleksi hewan yang ada di Medan Zoo sangat sedikit.
“Beruang madunya juga gak ada, yang ada di sana rusa, itu pun sudah kurus kek nggak dikasih makan. Ada tadi di sana orangutan, kuda, harimau, gajah, burung tapi sedikit kali lah hewannya tidak sesuai ekspektasi. Di sana ada juga orang jualan, tapi sepi sekali pengunjung ke sini,” tambahnya.
Ia menilai banyaknya kandang hewan yang kosong menurunkan daya tarik Medan Zoo. Padahal menurutnya, secara tempat Medan Zoo mendukung sebagai sarana rekreasi dan edukasi.
“Tempatnya asri, hijau dan luas sekali tapi sayang sekali tempat ini mulai kehilangan daya tarik dan sarana rekreasi maupun edukasi. Jadi kek kecewa lah pas ke sini jauh-jauh,” keluhnya.
Hal tak jauh berbeda disampaikan pengunjung lainnya bernama Imanuel. Ia mengatakan hari ini berkunjung ke Medan Zoo lantaran penasaran dengan kondisi saat ini.
“Dulu pas remaja ke sini sama kawan-kawan, sekarang dengan keluarga mau melihat bagaimana Medan Zoo. Ternyata setelah berkeliling, jauh sangat berbeda dibanding dengan tahun 2012,” ucapnya.
Imanuel mengatakan pada tahun 2012 lalu, Medan Zoo kerap dipadati pengunjung. Tidak hanya itu, koleksi hewan di Medan Zoo kala itu masih lengkap dan layak disebut sebagai lokasi wisata edukasi untuk anak.
“Dulu rame kali lah, sampek antri kalau mau masuk. Sekarang sepi sekali padahal ini hari Sabtu loh. Gak hanya itu, dulu banyak aktivitas yang dilakukan pengunjung mulai dari bersantai, wahana, main bebek air dan canda tawa pengunjung. Namun, sekarang yang terdengar hanya suara kicauan burung dan sesama hewan ditempat ini,” imbuhnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Lebih lanjut, Imanuel mengaku datang karena penasaran dengan kondisi Medan Zoo yang sempat ramai dibahas di media sosial beberapa waktu, yang disebut terlantar, kotor dan tidak terawat. Menurutnya kini sudah mulai ada perbaikan.
“Kemaren pernah lihat berita viral Medan Zoo yang terlantar dan kandang hewan rusak, kini sudah diperbaiki, papan nama hewan dan tumbuhan sudah ada. Namun, ada kandang hewan tapi tidak ada hewannya, bahkan kandang kosong tanpa penghuni lusuh dimakan waktu,” kata Imanuel.
Ia juga menghimbau para pengunjung ketika berlibur ke Medan Zoo, agar membeli buah dan sayur untuk hewan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya membantu ekonomi pedagang dan juga untuk memberikan makan hewan-hewan yang ada di Medan Zoo.
“Kalau kalian ke sini, jangan lupa beli sayur seperti wortel, rambutan, pisang dan jualan para pedagang. Itu sangat membantu mereka dan memberikan makan hewan-hewan yang tampaknya kelaparan,” tutupnya.
Untuk diketahui, Medan Zoo berlokasi di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Medan Zoo buka setiap hari dari pukul 09.00 WIB-17.00 WIB.
Tiket masuk hari Senin-Jumat 15.000/orang. Sedangkan harga tiket hari Sabtu-Minggu 20.000/orang.
Imanuel mengatakan pada tahun 2012 lalu, Medan Zoo kerap dipadati pengunjung. Tidak hanya itu, koleksi hewan di Medan Zoo kala itu masih lengkap dan layak disebut sebagai lokasi wisata edukasi untuk anak.
“Dulu rame kali lah, sampek antri kalau mau masuk. Sekarang sepi sekali padahal ini hari Sabtu loh. Gak hanya itu, dulu banyak aktivitas yang dilakukan pengunjung mulai dari bersantai, wahana, main bebek air dan canda tawa pengunjung. Namun, sekarang yang terdengar hanya suara kicauan burung dan sesama hewan ditempat ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Imanuel mengaku datang karena penasaran dengan kondisi Medan Zoo yang sempat ramai dibahas di media sosial beberapa waktu, yang disebut terlantar, kotor dan tidak terawat. Menurutnya kini sudah mulai ada perbaikan.
“Kemaren pernah lihat berita viral Medan Zoo yang terlantar dan kandang hewan rusak, kini sudah diperbaiki, papan nama hewan dan tumbuhan sudah ada. Namun, ada kandang hewan tapi tidak ada hewannya, bahkan kandang kosong tanpa penghuni lusuh dimakan waktu,” kata Imanuel.
Ia juga menghimbau para pengunjung ketika berlibur ke Medan Zoo, agar membeli buah dan sayur untuk hewan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya membantu ekonomi pedagang dan juga untuk memberikan makan hewan-hewan yang ada di Medan Zoo.
“Kalau kalian ke sini, jangan lupa beli sayur seperti wortel, rambutan, pisang dan jualan para pedagang. Itu sangat membantu mereka dan memberikan makan hewan-hewan yang tampaknya kelaparan,” tutupnya.
Untuk diketahui, Medan Zoo berlokasi di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Medan Zoo buka setiap hari dari pukul 09.00 WIB-17.00 WIB.
Tiket masuk hari Senin-Jumat 15.000/orang. Sedangkan harga tiket hari Sabtu-Minggu 20.000/orang.
