Sebanyak 50 personel BKO Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur dikerahkan untuk membangun jembatan darurat di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Jembatan itu kini sudah dapat dilalui sehingga akses antar desa pasca bencana kembali terbuka.
Jembatan darurat dari kayu itu membentang di atas aliran sungai di desa tersebut. Pembangunan dipimpin Danki Penugasan AKP Elan Suherlan membutuhkan waktu selama dua hari
“Alhamdulillah jembatan darurat yang dibangun Polri ini sudah dapat digunakan dan bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, pasca jembatan di sekitar lokasi terputus akibat banjir bandang akhir November lalu, masyarakat setempat harus memutar jauh saat beraktivitas. Keberadaan jembatan darurat dinilai sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari mulai dari mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial.
Ahzan menyebutkan, polri telah menyiapkan langkah lanjutan dengan rencana pembangunan jembatan Bailey yang lebih kokoh sebagai solusi jangka menengah. Lokasi pembangunan serta material sudah disiapkan.
Pasca dibangun jembatan darurat, masyarakat yang melintas diminta tetap berhati-hati serta mematuhi aturan keselamatan sembari menunggu pembangunan jembatan Bailey rampung.
“Dengan kembali terbukanya akses penghubung Riseh Tunong-Cot Calang diharapkan aktivitas masyarakat Kecamatan Sawang dapat kembali berjalan normal dan perekonomian warga berangsur pulih,” jelas Ahzan.
“Pembangunan jembatan darurat ini menjadi simbol kuat sinergitas Polri lintas daerah serta komitmen pengabdian tanpa batas dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam,” lanjutnya.







