Polisi Bantah Pedemo di Medan Kejang gegara Dipukul Personel: Lemas, Belum Makan

Posted on

Polisi membantah pedemo yang ditemukan tergeletak dengan kondisi kejang-kejang dan kepala mengalami pendarahan saat aksi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mendapatkan penganiayaan dari petugas kepolisian. Polisi menyebut korban terjatuh ke aspal karena lemas belum makan.

Dalam unggahan akun Polrestabes Medan di instagram seperti dilihat infoSumut, Minggu (31/8/2025), disebutkan bahwa korban tersebut merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Rizky Fajar Purba (20). Saat itu, Rizky turut turut ikut dalam demo yang digelar di DPRD Sumut.

Pada narasi unggahan itu, Polrestabes Medan membantah Rizky dianiaya petugas kepolisian. Namun, Rizky disebut terjatuh ke aspal karena lemas belum makan.

“Video viral anggota melakukan tindakan represif di media sosial adalah tidak benar. Kejadian sebenarnya adalah RFP terjatuh lemas dan kepala menghantam aspal karena dirinya belum makan pada saat itu,” demikian narasi unggahan akun Polrestabes Medan tersebut.

Dalam unggahan itu, Polrestabes Medan juga mengunggah video pengakuan korban. Saat itu, korban tengah berada di depan rumah sakit.

Korban mengaku sudah dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat epilepsi. Dia menyebut saat kejadian itu dirinya dalam keadaan lapar.

“Saat kejadian saya lari dan mengalami kejang karena belum makan, karena lapar,” ujar korban.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan juga membantah korban dianiaya petugas kepolisian. Berdasarkan keterangan korban, kata Ferry, korban terjatuh karena belum makan.

“Ya (bukan dianiaya polisi), katanya (lemas belum makan),” kata Ferry saat dikonfirmasi infoSumut.

Sebelumnya diberitakan, satu video yang menunjukkan seorang pria disebut pedemo tergeletak dengan posisi kejang-kejang dan kepala mengalami pendarahan saat aksi di Kota Medan, viral di media sosial. Pengunggah menyebut pria itu diduga dipukuli polisi.

Berdasarkan video yang dilihat infoSumut, awalnya terlihat ada seorang remaja dinaikkan ke dalam sepeda motor yang dibawa polisi. Di sekitar lokasi kejadian, ada ramai personel polisi. Perekam meminta para polisi itu untuk tidak melakukan pemukulan.

Lalu, terlihat ada seorang pria yang telungkup di jalan dengan kondisi ada seorang personel polisi di atasnya. Di sampingnya, juga terlihat ada pria berbaju hitam yang tergeletak dengan kondisi kejang-kejang dan bagian kepala mengeluarkan darah.

Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi di sekitaran mal Sun Plaza, tak jauh dari DPRD Sumut.

Ferry Walintukan menyebut pihaknya tengah mendalami informasi itu.

“Untuk video-video yang beredar, yang dari kemarin (juga), saat ini kami sedang pendalaman,” kata Ferry saat diwawancarai di DPRD Sumut, Jumat (29/8).

Ferry mengatakan jika memang pelaku pemukulan itu adalah personel polisi, pihaknya akan menindaknya.

“Jika kami menemukan bahwa yang bersangkutan adalah anggota Polri, maka akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Berdasarkan video yang dilihat infoSumut, awalnya terlihat ada seorang remaja dinaikkan ke dalam sepeda motor yang dibawa polisi. Di sekitar lokasi kejadian, ada ramai personel polisi. Perekam meminta para polisi itu untuk tidak melakukan pemukulan.

Lalu, terlihat ada seorang pria yang telungkup di jalan dengan kondisi ada seorang personel polisi di atasnya. Di sampingnya, juga terlihat ada pria berbaju hitam yang tergeletak dengan kondisi kejang-kejang dan bagian kepala mengeluarkan darah.

Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi di sekitaran mal Sun Plaza, tak jauh dari DPRD Sumut.

Ferry Walintukan menyebut pihaknya tengah mendalami informasi itu.

“Untuk video-video yang beredar, yang dari kemarin (juga), saat ini kami sedang pendalaman,” kata Ferry saat diwawancarai di DPRD Sumut, Jumat (29/8).

Ferry mengatakan jika memang pelaku pemukulan itu adalah personel polisi, pihaknya akan menindaknya.

“Jika kami menemukan bahwa yang bersangkutan adalah anggota Polri, maka akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *