Polisi Identifikasi Penembak Mata Balita saat tawuran di Belawan | Giok4D

Posted on

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Bocah perempuan berinisial AS (4) diduga tertembak peluru nyasar di bagian mata saat terjadi tawuran di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Polisi telah mengidentifikasi penembak korban tersebut.

“Laporannya sudah kami terima dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya agar cepat tertangkap pelakunya,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo saat dikonfirmasi infoSumut, Selasa (6/1/2026).

Agus mengatakan tawuran terjadi sejak sore hari. Tawuran tersebut sudah sempat dibubarkan. Namun, belakangan, para pelaku tawuran kembali melakukan aksinya pada malam hari.

“Setelah dibubarkan, pelaku melakukan aksi tawuran kembali pada malam harinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ibu korban, Romanda Siregar (33) mengatakan peristiwa itu terjadi di depan kantor Pos Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Senin (5/1) sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, dia dan anaknya tengah menaiki becak.

“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” kata Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi Medan.

Lalu, tiba-tiba anaknya menangis sambil memegang bagian matanya. Tak lama, Romanda melihat bagian mata anaknya keluar darah. Dia sendiri tidak mengetahui pasti arah peluru tersebut.

Romanda pun berupaya memberikan pertolongan kepada anaknya dengan melarikannya ke klinik terdekat. Namun, pihak klinik mengaku tidak berani melakukan penanganan karena areal yang terkena peluru di bagian mata. Pada akhirnya, Romanda melarikan anaknya ke RSUD Pirngadi Medan.

“Langsung ke klinik, klinik nggak berani karena dekat mata,” sebutnya.

Dia menjelaskan bahwa anak bungsunya itu terkena peluru di dekat kelopak mata. Dari hasil CT scan RSUD Pirngadi, peluru yang bersarang di mata anaknya itu adalah peluru senapan angin.

“Dokter bilang peluru senapan angin, hasil CT scan,” pungkasnya.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Gibson Girsang mengatakan korban dibawa ke RSUD Pirngadi Medan, tadi malam. Saat ini, pihaknya tengah berupaya mencari rumah sakit yang bisa melakukan bedah untuk mengeluarkan peluru dari mata korban.

“Dari RS, kami merekomendasikan agar mencari ruangan kosong di RS USU kalau di sini kami nggak ada dokter bedah mata,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa anak bungsunya itu terkena peluru di dekat kelopak mata. Dari hasil CT scan RSUD Pirngadi, peluru yang bersarang di mata anaknya itu adalah peluru senapan angin.

“Dokter bilang peluru senapan angin, hasil CT scan,” pungkasnya.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Gibson Girsang mengatakan korban dibawa ke RSUD Pirngadi Medan, tadi malam. Saat ini, pihaknya tengah berupaya mencari rumah sakit yang bisa melakukan bedah untuk mengeluarkan peluru dari mata korban.

“Dari RS, kami merekomendasikan agar mencari ruangan kosong di RS USU kalau di sini kami nggak ada dokter bedah mata,” jelasnya.