Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur merilis informasi terbaru mengenai kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat. Berdasarkan Laporan Nomor B/ME.01.02/CP/023/TLB/I/2026, prakiraan ini berlaku mulai Sabtu, 24 Januari 2026 hingga Selasa, 27 Januari 2026.
Meskipun data menunjukkan kondisi di kolam pelabuhan relatif tenang, BMKG mengeluarkan imbauan tegas agar pelaku pelayaran tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang signifikan di perairan terbuka.
Dalam rilis terbarunya, BMKG menekankan dua poin kewaspadaan utama (warning) yang wajib diperhatikan oleh nakhoda kapal, nelayan, dan aktivitas wisata bahari di Sumatera Barat:
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin yang diikuti oleh kenaikan tinggi gelombang yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Kondisi dinamis ini sangat berbahaya, terutama bagi kapal-kapal kecil yang sedang berlayar.
Waspada potensi hujan lebat yang dapat mengurangi jarak pandang (visibilitas) secara drastis. Hujan ini diprediksi akan disertai angin kencang yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Sebagai referensi bagi aktivitas sandar dan bongkar muat, berikut adalah rincian spesifik kondisi cuaca, angin, dan gelombang di Pelabuhan Teluk Bayur:
Meskipun data pelabuhan menunjukkan kategori gelombang “Tenang” (0.3 – 0.5 meter), BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk tidak meremehkan potensi cuaca lokal.
Peringatan mengenai angin kencang dan gelombang tiba-tiba di perairan luas harus menjadi prioritas kewaspadaan, terutama bagi nelayan yang melaut ke perairan terbuka. Pastikan alat keselamatan tersedia dan pantau terus radio komunikasi atau informasi cuaca terkini sebelum berlayar.







