Pria di Sultra Berjibaku Selamatkan Adik dari Terkaman Buaya [Giok4D Resmi]

Posted on

Pria bernama La Lisa di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) berjibaku menyelamatkan adiknya, La Rano, yang diterkam buaya. Peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang menjaring ikan di laut.

Dilansir infoSulsel, insiden itu terjadi pada Rabu (7/1) di perairan Desa Kanapa-Napa, Kecamatan Mawasangka sekira pukul 22.30 Wita. Awalnya kakak berada itu sama-sama turun ke laut untuk menjaring ikan.

“Jadi sekitar pukul 18.00 Wita, korban bersama kakaknya berangkat ke perairan DesaKanapa-Napa untuk menjaring ikan,” kata Kapolsek Mawasangka Iptu Kamaludin dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Dia menuturkan keduanya menjaring ikan di perairan laut dangkal dengan kedalaman sekitar setengah meter. Lalu sekira pukul 22.30 Wita, keduanya bersiap hendak kembali ke darat dan mulai menggulung jaring dari masing-masing ujung.

“Saat sedang menggulung jaringnya, korban (La Rano) tiba-tiba berteriak minta tolong,” ujar Kamaludin.

Kakak korban yang mendengar teriakan itu segera mendekat dan mendapati adiknya digigit seekor buaya. Lalu, La Lisa tanpa berpikir panjang langsung berusaha menyelamatkan adiknya dengan menebas bagian perut buaya menggunakan sebilah parang.

“Saat mendatangi, adiknya ini sudah dalam kondisi digigit buaya. Dia langsung ambil parang dan menebar perut buaya berkali-kali. Setelah ditebas, buaya tersebut melepaskan gigitannya,” terangnya.

Setelah gigitan buaya terlepas, La Lisa meminta adiknya agar segera naik ke darat. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Kanapa-Napa untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban diminta naik ke darat dan dievakuasi ke puskesmas,” ungkap dia.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek disertai patah tulang pada tangan kiri, luka robek di perut kanan, luka pada pantat kanan, luka di telapak tangan, serta luka pada siku kanan.

“Korban mengalami luka di tangan kiri, perut kanan, pantat kanan, dan siku,” tuturnya.

Kamaludin menambahkan bahwa serangan buaya di perairan Desa Kanapa-Napa dan sekitarnya bukan pertama kali ini terjadi. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga pesisir, khususnya nelayan yang beraktivitas di wilayah tersebut.

“Jika tidak segera ditangani, situasi ini bisa menimbulkan keresahan masyarakat dan gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Artikel ini telah tayang di infoSulsel, baca selengkapnya