Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia tanpa membayar pajak. Purbaya pun sudah berencana untuk menggerebek perusahaan tersebut, namun urung dilakukan.
Mulanya Purbaya menyebut perusahaan itu tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN). Ia juga sudah mengantongi nama-nama perusahaan tersebut.
“Ada perusahaan baja China operasi di sini lho. Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia nggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) dikutip infoFinance.
Purbaya mengaku rugi besar akibat tindakan tersebut. Dia mendengar, dari satu perusahaan baja saja potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun.
“Baja saja potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu, banyak perusahaan,” ungkap Purbaya.
Purbaya menuturkan, perusahaan baja tersebut cenderung melakukan transaksi berbasis tunai (cash) agar tidak terdeteksi. Ia memastikan akan menindak oknum-oknum itu dengan cepat.
“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indonesia, jual langsung ke klien cash basis nggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu, nanti akan kita tindak dengan cepat,” tegas Purbaya.







