Realisasi Investasi Kota Medan Capai Rp 14,5 T, Terbesar Sektor Transportasi

Posted on

Wali Kota Medan Rico Waas mengungkapkan realisasi investasi di Kota Medan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 14,5 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 7,6 triliun. Dijelaskan Rico, sektor investasi terbesar di Kota Medan saat ini berasal dari transportasi dan pergudangan, disusul perumahan dan properti, reparasi, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran.

“Ini tentu patut disyukuri, tetapi pertanyaan pentingnya adalah apakah investasi yang masuk benar-benar menggerakkan ekonomi dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat,” ujar Rico melalui keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, perkembangan sektor kuliner menjadi salah satu kekuatan utama Kota Medan.

“Medan ini kota perdagangan dan kota kuliner. Ini harus kita perkuat sebagai identitas kota dan didukung dengan kebijakan investasi yang tepat,” tambahnya.

Ia menilai penguatan iklim perdagangan dari hulu ke hilir, termasuk hilirisasi, menjadi kunci agar investasi memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga.

“Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pertumbuhan ekonomi kota-kota diharapkan bergerak lebih masif dan cepat melalui perencanaan yang kuat, ide kreatif, serta strategi yang adaptif terhadap dinamika nasional dan global,” ungkapnya.

Meski realisasi investasi tinggi, Rico Waas menekankan bahwa Kota Medan tidak boleh berpuas diri. Tahun 2026-2027 disebutnya sebagai fase krusial untuk memastikan investasi tidak stagnan, melainkan mampu mendorong industrialisasi dan penciptaan produk unggulan.

“Kita harus jelas produknya apa, arah industrinya ke mana. Ini yang perlu kita siapkan bersama,” katanya.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Azmi menjelaskan target investasi di tahun 2025 sebesar Rp 7.635.000.000.000 triliun dan realisasinya mencapai Rp 14.599.215.000.000 Triliun.

Menurutnya terdapat lima sektor yang paling besar capaian realisasi investasinya, yakni pertama sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Kedua sektor perumahan kawasan industri dan perkantoran.

“Untuk sektor ketiga dari perdagangan dan reparasi dan keempat dari sektor hotel dan restoran. Kemudian kelima sektor industri makanan,” ujar Azmi.