Proses syuting film Kuyank di Kalimantan tidak hanya memberikan tantangan teknis bagi tim produksi, tetapi juga meninggalkan jejak emosional yang kuat. Para kru dan pemain berkesempatan menyelami lebih dalam kebudayaan masyarakat Banjar yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat serta nilai-nilai spiritual.
Melansir infoHot, aktor Rio Dewanto mengungkapkan kekagumannya terhadap bagaimana warga Banjar menyeimbangkan antara identitas religius dan tradisi nenek moyang.

“Suku Banjar sendiri mayoritas muslim, adat kepercayaannya mereka sendiri yang mereka jalankan,” kata Rio Dewanto di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.
Bagi Rio, keterlibatannya dalam film ini memiliki nilai personal tersendiri. Ini merupakan kali pertama ia menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan.
“Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan, kalau gak ada project ini mungkin saya gak pernah ke Kalimantan,” bebernya.
Selain keramahan penduduk lokal yang membuatnya merasa nyaman, Rio sempat mengalami momen unik sekaligus menggelitik saat menemukan hal yang tidak disangka-sangka di sana.
“Orang sana ramah-ramah, yang saya bingung kenapa restoran di Kalimantan kok Wong Solo,” kenangnya.
Selain di area Banjar, pengambilan gambar juga dilakukan di kampung halaman salah satu anggota kru. Di sela-sela kesibukan, Rio menyempatkan diri untuk memancing, meski hasilnya tidak sesuai ekspektasi.
“Saya coba mancing tapi gak dapat-dapat ikannya,” ujarnya.
Walau ada kegagalan kecil saat memancing, keceriaan tim tetap terjaga. Sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat setempat, film ini akan mengadakan pemutaran perdana secara spesial di Banjar.
“Alhamdulillah besok kita akan mengadakan premiere di Banjar,” pungkasnya.
Film Kuyank didukung oleh sederet aktor ternama seperti:
Karya ini dijadwalkan mulai menyapa penonton di seluruh bioskop tanah air pada 29 Januari 2026.






