Sejarah Kodam I/BB: dari Palagan Medan Area hingga Penyatuan 3 Kodam

Posted on

Kodam I/Bukit Barisan (BB) memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan tak terpisahkan dari sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Siapa sangka, di balik kokohnya satuan ini sekarang, terdapat sejarah perjuangan yang penuh dinamika di tanah Sumatera, mulai dari keterlambatan berita proklamasi hingga peleburan komando militer besar.

Berdasarkan data observasi pada arsip sejarah Kodam I/BB, terungkap bahwa rakyat di Sumatera Timur tidak langsung mengetahui Indonesia telah merdeka. Arsip tersebut mencatat hal ini terjadi karena keterbatasan alat komunikasi.

“Disebabkan keterbatasan alat komunikasi, berita kemerdekaan tersebut tidak serta merta sampai ke daerah-daerah. Rakyat di Sumatera Timur kala itu, baru mengetahui Indonesia telah merdeka pada tanggal 30 September 1945,” demikian penjelasan arsip tersebut.

Kondisi ini segera disusul dengan kedatangan tentara Sekutu yang memicu semangat juang rakyat. Perlawanan fisik meletus di berbagai titik seperti Marendal, Tanjung Morawa, hingga peristiwa Jalan Bali pada 13 Oktober 1945. Dokumen museum menegaskan bahwa rentetan peristiwa tersebut:

“Menjadi saksi dan bukti sejarah bagaimana semangat patriotisme dan pantang menyerah ditunjukkan pejuang-pejuang Indonesia”.

Cikal bakal organisasi ini mulai terbentuk secara formal pada tahun 1950. Setelah adanya pengakuan kedaulatan oleh Pemerintah Belanda, arsip museum mencatat sebuah langkah konsolidasi militer yang krusial.

“Seluruh kekuatan bersenjata yang berada di Sumatera Utara dihimpun menjadi Komando Tentara Teritorium Sumatera Utara (Ko T.T/SU). Peristiwa ini terjadi pada tahun 1950. Dari sinilah cikal bakal lahirnya Kodam I/BB,” tulis arsip tersebut.

Barulah pada 20 Juni 1950, nama dan lambang “Bukit Barisan” resmi diresmikan sebagai identitas Komando Tentara Teritorium I/Sumatera Utara. Tanggal ini pula yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi resmi Kodam I/BB hingga saat ini.

Salah satu momen paling penting dalam sejarah organisasi terjadi pada periode 1984-1985. Berdasarkan kebijakan efisiensi TNI AD, dokumen mencatat adanya penyatuan tiga kekuatan besar.

“Kodam I/Iskandar Muda, Kodam II/Bukit Barisan dan Kodam III/17 Agustus direorganisasi menjadikan satu Kodam dengan nama Kodam I/Bukit Barisan,” tulis arsip tersebut.

Upacara reorganisasi ini dilaksanakan di Lapangan Benteng, Medan pada 27 April 1985. Meskipun sempat mengalami penyatuan, pada 5 Februari 2002, Kodam Iskandar Muda kembali diresmikan sebagai komando mandiri yang membawahi wilayah Aceh. Hingga kini, Kodam I/BB terus memegang teguh motto yang lahir sejak 18 September 1969, yakni “PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI”.

Artikel ini ditulis A. Fahri Perdana Lubis, peserta program Maganghub Kemnaker di infocom.

Berita Merdeka yang Terlambat

Lahirnya Identitas ‘Bukit Barisan’

Era Penyatuan Besar dan Motto ‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’