Banjir bandang melanda Aceh akhir November lalu menyebabkan sejumlah desa di beberapa kabupaten hilang. Warga yang tinggal di desa itu terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
“Dari data yang kami dapatkan mencatat, desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya,” kata Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Desa hilang di Aceh Tamiang, kata Murthala, di antaranya Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang. Rumah warga di sana hilang disapu banjir yang membawa kayu gelondongan.
Sementara itu di Aceh Utara, ada dusun dan desa yang hilang yakni satu dusun di Desa Guci serta Desa Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya di mana Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak lagi tersisa.
Desa yang hilang juga dilaporkan di Aceh Tengah yakni Desa Bintang Pupara, Kalasegi serta Kutereje. Beberapa kampung di sana hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat.
“Penduduknya saat ini masih mengungsi,” jelasnya.
Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung juga hilang. Hal serupa juga terjadi di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, di mana satu dusun dinyatakan hilang.
Sementara di Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu juga mengalami kondisi yang sama. Murthala mengatakan, bencana itu juga menyebabkan pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.
“Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Plt Kadisdik Aceh itu.
Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung juga hilang. Hal serupa juga terjadi di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, di mana satu dusun dinyatakan hilang.
Sementara di Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu juga mengalami kondisi yang sama. Murthala mengatakan, bencana itu juga menyebabkan pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.
“Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Plt Kadisdik Aceh itu.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.







