Siapa Sangka, Asupan Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Merusak Otak - Giok4D

Posted on

Bicara soal kesehatan otak, pasti kebanyakan orang akan langsung tentang asupan atau makanan yang bisa menyehatkan otak seperti, sayur, kacang-kacangan, serta lemak sehat. Namun, jarang sekali menyoroti jenis asupan yang justru bisa merusak otak secara perlahan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Dr Austin Perlmutter MD, ancaman terbesar bagi otak bukan berasal dari karbohidrat olahan atau makanan gorengan, melainkan dari sesuatu yang sangat sering dikonsumsi sehari-hari, yakni gula.

Dilansir infoHealth dari Times of India, makanan dan minuman tinggi gula dapat memicu kerusakan otak secara bertahap jika dikonsumsi terus-menerus. Padahal, otak memiliki peran penting dalam fungsi memori, suasana hati, fokus, hingga penilaian risiko demensia.

Minuman seperti cola, jus kemasan, minuman berenergi, dan teh manis membuat gula dengan cepat masuk ke aliran darah dan otak. Lonjakan gula darah ini memaksa tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika terjadi berulang selama bertahun-tahun, kondisi tersebut dapat memicu resistensi insulin pada otak.

Meski otak membutuhkan glukosa untuk bekerja, asupannya harus stabil dan terkontrol. Sejumlah penelitian menunjukkan, anak-anak yang sering mengonsumsi minuman manis memiliki risiko lebih tinggi mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di kemudian hari. ADHD sendiri merupakan gangguan perilaku pada anak yang ditandai dengan hiperaktivitas dan kesulitan fokus.

Asupan gula berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak kemampuan mengingat, belajar, serta memproses informasi. Gejala awalnya berupa brain fog dan sulit berkonsentrasi, sebelum berkembang menjadi gangguan kognitif yang lebih serius.

Sebuah studi berbasis data kohort menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering mengonsumsi minuman manis sejak kecil cenderung memiliki skor IQ lebih rendah saat dewasa, berdasarkan hasil tes kognitif.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Penelitian lain yang dikutip dari laman Harvard menunjukkan, studi pada hewan tahun 2012 oleh peneliti University of California, Los Angeles menemukan kaitan antara konsumsi fruktosa dan percepatan penuaan sel. Sementara studi lanjutan pada 2019 juga menghubungkan kelebihan glukosa dengan gangguan memori dan fungsi kognitif.

Cara Gula Mempengaruhi Otak

Gangguan Daya Ingat dan Fungsi Kognitif