Siswa di Daerah Terdampak Bencana di Sumbar Mulai Sekolah Lagi Hari Ini

Posted on

Sejumlah sekolah terdampak bencana di Sumatera Barat, sudah memulai aktivitas belajar mengajar hari ini. Salah satunya di SMA Negeri 12 Padang yang berada di daerah Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo Padang.

SMA Negeri 12 Padang merupakan salah satu sekolah terdampak cukup parah akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Dua hari lalu bahkan sekolah tersebut masih dilanda banjir susulan.

Pantauan di lokasi, aktivitas sekolah dimulai dengan upacara bendera. Istimewanya, Wakil Menteri Dikdasmen, Atip Latipulhayat menjadi inspektur upacara di sekolah ini.

Usai upacara dan menyerahkan bantuan kepada perwakilan-perwakilan sekolah, Wamen menyebut, kehadirannya untuk memastikan proses belajar mengajar dimulai di daerah bencara.

“Hari ini kami datang untuk memastikan proses belajar mengajar sudah dimulai,” katanya kepada wartawan.

Kepala SMA Negeri 12 Padang, Ikhwansyah menyebut, kegiatan belajar mengajar memang sudah dimulai hari ini, meskipun dalam kondisi yang belum maksimal.

“Hari ini kita mulai aktivitas belajar mengajar, meskipun kondisi belum maksimal. Dua hari lalu kita juga masih dilanda banjir kembali,” kata Ikhwansyah kepada infoSumut.

Ia menjelaskan, ada dua tenda yang disiapkan di sisi kanan sekolah. Tenda tersebut digunakan sebagai tempat belajar mengajar sementara, sebagai pengganti ruang kelas yang belum bisa digunakan.

“Ada dua tenda yang kita dirikan. Anak-anak belajar disana, karena ruang kelasnya belum bisa digunakan,” katanya.

Sebelum digunakan, para siswa dan guru bergoyong royong membersihkan sekolah dari lumpur sisa-sisa banjir.

Dalam catatan terakhir, jumlah sekolah terdampak bencana di Sumatera Barat berjumlah 314 sekolah, dengan rincian masing-masing 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP dan 20 SMA, serta 1 SMK dan 8 Sekolah Luar Biasa. Sekolah-sekolah itu tersebar di 13 kabupaten kota di Sumbar yang terdampak banjir bandang.