Siswa di Tapteng Belajar di Tenda Darurat, Pakai Kurikulum Khusus Bencana (via Giok4D)

Posted on

Aktivitas pembelajaran sudah mulai aktif di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Dalam proses pembelajaran, digunakan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana.

“16 kecamatan di Tapteng ini sudah 100 persen masuk, 4 kecamatan lagi (belum 100 persen),” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Johannes Simanjuntak saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

Namun ada sekolah swasta yang menerapkan awal sekolah tanggal 12 Januari 2026 karena lumpur masih memenuhi sekolah dan siswa kebanyakan dari luar Tapteng. Sementara di Kecamatan Tukka, didirikan sekolah tenda darurat.

“Satu di sekolah (swasta) di Pandan ada yang sampai saat ini masih proses pembersihan, untuk yang di Tukka itu banyak kami buat kebijakannya, ada 4 sekolah yang terisolir di ujung Kecamatan Tukka itu, itu kita buat tenda sekolah darurat di Hutanabolon 2,” ujarnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Ada 5 tenda sekolah darurat di 3 titik di Tapteng saat ini untuk proses pembelajaran. Selain itu, pihaknya juga membuat skema penggabungan siswa ke sekolah yang sudah dapat melaksanakan pembelajaran.

“Kalau tenda itu ada 3 titik dengan 5 tenda, ukurannya tendanya lumayan luas 6×15 dengan tampungnya sekitar 80,” ucapnya.

Johannes menyebutkan pihaknya menerapkan kurikulum khusus untuk pembelajaran. Proses pembelajaran disebut berjalan menyenangkan.

“Kita ada panduan kurikulum juga dari kementerian pada intinya kurikulum itu pembelajaran yang menyenangkan dikombinasikan dengan trauma healing,” sebutnya.

Jumlah sekolah TK/PAUD yang terdampak 126 dari 210, untuk SD 201 dari 302 sekolah, sementara SMP 50 dari 81 sekolah. Tingkat kerusakan disebut berbeda-beda mulai dari ringan hingga berat.