Sosok Eko Purdjianto, Pelatih Baru PSMS Medan Pengganti Kas Hartadi

Posted on

Eko Purdjianto resmi dipilih sebagai pelatih baru PSMS Medan. Eko menggantikan Kas Hartadi yang dipecat setelah serangkaian hasil buruk.

Dilansir dari unggahan resmi instagram PSMS Medan, pada Rabu (7/1/2026). PSMS Medan resmi mengunggah poto Eko Purdjianto dengan caption ucapan selamat datang.

“Selamat datang pelatih Eko Purdjianto. All the Best, we fight till the end!, ” tulis unggahan tersebut.

PSMS Medan memulai babak baru dengan menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala. Mantan pemain Timnas Indonesia itu dipercaya membawa semangat baru sekaligus membenahi performa skuad Ayam Kinantan.

Eko Purdjianto bukan nama asing di sepakbola Indonesia. Pria kelahiran Semarang, 1 Februari 1976 ini dikenal sebagai mantan bek tangguh yang lama menjadi andalan Timnas Indonesia, mulai dari kelompok umur hingga tim senior.

Saat masih aktif sebagai pemain, Eko mencatatkan sejumlah pengalaman internasional bersama Timnas Senior. Ia tampil di Piala Tiger 1996 di Singapura, Piala Tiger 2000 di Thailand, serta berbagai ajang kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Selain itu, Eko juga memperkuat Indonesia di SEA Games dan Piala Asia.

Bersama Timnas, suami Diah Kusumawardani ini turut mempersembahkan gelar juara Piala Kemerdekaan 2000 serta LG Cup Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 2001.

Namun, perjalanan karier Eko sebagai pemain tak selalu mulus. Cedera lutut yang berkepanjangan kerap menghambat penampilannya hingga akhirnya memaksanya gantung sepatu di usia 31 tahun.

Di level klub, Eko pernah membela sejumlah tim besar Tanah Air, seperti Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, PSIS Semarang, Persema Malang, hingga Persitara Jakarta Utara. Ia juga merupakan jebolan program PSSI Primavera yang menjalani pemusatan latihan di Italia pada 1993-1995.

Cedera serius yang dialaminya terjadi saat menjalani uji coba bersama klub Swedia, Helsingborg, serta saat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bulgaria. Kondisi tersebut membuat Eko memutuskan mengakhiri karier sebagai pemain profesional.

Usai pensiun, Eko tak meninggalkan dunia sepakbola. Ia melanjutkan pendidikan kepelatihan dan memulai karier sebagai asisten pelatih PSIS Semarang pada 2010-2011. Setahun berselang, Eko bergabung dengan PS TNI bersama sosok idolanya, Danurwindo, sebelum kembali ke Semarang.

Nama Eko semakin dikenal di dunia kepelatihan saat bergabung dengan Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 pada 2013. Di era tersebut, Eko turut berperan dalam lahirnya pemain-pemain bintang seperti Evan Dimas dan Hansamu Yama.

Pada 2015, Eko kembali bekerja sama dengan Indra Sjafri di Bali United. Meski Indra kemudian hengkang, Eko tetap bertahan bersama Bali United sebelum akhirnya melanjutkan karier ke Persis Solo.

Bersama Persis Solo, Eko mencatatkan prestasi besar dengan membawa Laskar Sambernyawa menjuarai Liga 2 2021 sekaligus promosi ke Liga 1. Rekam jejak panjang sebagai pemain Timnas hingga pelatih berprestasi menjadi modal penting Eko Purdjianto dalam menatap tantangan berikutnya bersama PSMS Medan.

Pelatih Timnas AFF Championship U-19 (2013, 2014)
Pelatih International Bali Cup U-19 (2021)
Pelatih Timnas SEA Games Kamboja (2023)
Pelatih Timnas Asian Games China (2024)
Pelatih Timnas AFF Championship U-19 (2024)
Pelatih Timnas Piala Asia U-20 (2025)
Pelatih Timnas SEA Games Thailand (2025)

Pelatih PSIS Semarang (2011, 2013)
Pelatih PPKN Magelang (2012)
Pelatih Bali United (2015-2020)
Pelatih Persis Solo Liga 2 (2021)
Pelatih Persis Solo Liga 1 (2022)

Artikel ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di infocom

Profil dan Perjalanan Karir

Perjalanan Karier Eko Purdjianto:

Tim Nasional

Karier Klub

Cedera serius yang dialaminya terjadi saat menjalani uji coba bersama klub Swedia, Helsingborg, serta saat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bulgaria. Kondisi tersebut membuat Eko memutuskan mengakhiri karier sebagai pemain profesional.

Usai pensiun, Eko tak meninggalkan dunia sepakbola. Ia melanjutkan pendidikan kepelatihan dan memulai karier sebagai asisten pelatih PSIS Semarang pada 2010-2011. Setahun berselang, Eko bergabung dengan PS TNI bersama sosok idolanya, Danurwindo, sebelum kembali ke Semarang.

Nama Eko semakin dikenal di dunia kepelatihan saat bergabung dengan Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 pada 2013. Di era tersebut, Eko turut berperan dalam lahirnya pemain-pemain bintang seperti Evan Dimas dan Hansamu Yama.

Pada 2015, Eko kembali bekerja sama dengan Indra Sjafri di Bali United. Meski Indra kemudian hengkang, Eko tetap bertahan bersama Bali United sebelum akhirnya melanjutkan karier ke Persis Solo.

Bersama Persis Solo, Eko mencatatkan prestasi besar dengan membawa Laskar Sambernyawa menjuarai Liga 2 2021 sekaligus promosi ke Liga 1. Rekam jejak panjang sebagai pemain Timnas hingga pelatih berprestasi menjadi modal penting Eko Purdjianto dalam menatap tantangan berikutnya bersama PSMS Medan.

Pelatih Timnas AFF Championship U-19 (2013, 2014)
Pelatih International Bali Cup U-19 (2021)
Pelatih Timnas SEA Games Kamboja (2023)
Pelatih Timnas Asian Games China (2024)
Pelatih Timnas AFF Championship U-19 (2024)
Pelatih Timnas Piala Asia U-20 (2025)
Pelatih Timnas SEA Games Thailand (2025)

Pelatih PSIS Semarang (2011, 2013)
Pelatih PPKN Magelang (2012)
Pelatih Bali United (2015-2020)
Pelatih Persis Solo Liga 2 (2021)
Pelatih Persis Solo Liga 1 (2022)

Artikel ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di infocom

Perjalanan Karier Eko Purdjianto:

Tim Nasional

Karier Klub