Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematang Siantar menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penandatanganan itu tentang Riset Injil dan Dinamika Peradaban Bangsa di Sumut.
PKS yang mencakup penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas peneliti dan dosen, serta kegiatan akademik lainnya dilakukan melalui Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Abasastra).
“Kerja sama ini merupakan kerja sama riset. STT HKBP berkolaborasi dengan BRIN untuk pengembangan penelitian-penelitian kita di STT HKBP dan di lingkupnya BRIN karena BRIN punya banyak program untuk penelitian dan STT HKBP ikut ambil bagian di dalam program-programnya BRIN dan sebaliknya di penelitian STT,” kata Ketua STT HKBP Pematang Siantar Pdt. Sukanto Limbong saat diwawancarai infoSumut, Selasa (20/1/2026).
BRIN terlibat mendampingi, mengarahkan, dan berkolaborasi dalam penelitian STT HKBP Pematang Siantar. Pada waktu dekat, keduanya sepakat melakukan penelitian bersama dan di dalamnya bergabung peneliti STT HKBP dan peneliti BRIN.
“Yang pertama itu program kita adalah melakukan penelitian mengenai perkembangan injil dan budaya di Sumut khususnya di Tapanuli Raya dan sekitarnya. Yang kedua, sudah kita lakukan juga dari kemarin yaitu mahasiswa kita dilatih melakukan penelitian seperti membaca, mengutip, membuat paragraf sampai akhirnya mempublikasi hasil penelitian,” ucap Pdt. Sukanto.
Adapun program ketiga adalah BRIN memandu STT HKBP Pematang Siantar dalam program-program riset lanjutan. Soal program keempat, diselenggarakan kuliah umum oleh BRIN hingga sosialisasi program-program BRIN di STT HKBP Pematang Siantar.
“Kita juga berharap nanti dalam kerja sama ini, tesis-tesis S-2 bisa didampingi oleh peneliti-peneliti dari BRIN tetapi khusus yang terakhir ini hanya untuk jangka panjang dan belum konkret,” jelasnya.
Untuk diketahui, penandatanganan PKS dilakukan Ketua STT HKBP Pematangsiantar Pdt. Sukanto Limbong dan Kepala Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban BRIN Wuri Handoko. Turut hadir Kepala Organisasi Riset Abasastra BRIN Herry Yogaswara.
Kerja sama tersebut sejalan dengan mandat Organisasi Riset Abasastra BRIN dalam mengembangkan riset yang berakar pada kekayaan budaya dan keagamaan nusantara, serta relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik.
