Banyak orang rajin sikat gigi pagi dan malam, tapi sering lupa satu bagian penting di mulut, yaitu lidah. Padahal, lidah justru bisa jadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut.
Tidak heran kalau pertanyaan “di umur berapa kamu baru tahu lidah juga harus disikat?” terasa relate banget, karena banyak orang baru sadar soal ini ketika sudah dewasa.
Selama ini, kebiasaan membersihkan mulut biasanya Cuma fokus ke gigi. Padahal, permukaan lidah terutama bagian belakang bisa menjadi tempat menempelnya bakteri, sisa makanan, dan sel-sel mati. Penumpukan inilah yang sering menyebabkan bau mulut, meskipun gigi terlihat sudah bersih.
American Dental Association (ADA) menjelaskan bahwa pembersihan lidah dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut dan meningkatkan kebersihan mulut secara keseluruhan.
Secara struktur, lidah memang punya permukaan yang tidak rata dan cenderung kasar. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah menempel dibandingkan di permukaan gigi. Jika lidah jarang dibersihkan, bakteri bisa berkembang dan berdampak pada kesehatan mulut, termasuk memicu masalah pada gusi.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Hal ini juga sejalan dengan temuan dalam Journal of Clinical Periodontology, yang menyebutkan bahwa pembersihan lidah efektif mengurangi senyawa sulfur volatil, yaitu zat utama penyebab bau mulut.
Padahal, membersihkan lidah sebenarnya cukup mudah. Bisa menggunakan sikat gigi biasa dengan gerakan lembut dari belakang ke depan, atau memakai alat khusus pembersih lidah. Yang perlu diperhatikan, jangan menyikat terlalu keras agar lidah tidak iritasi dan tidak memicu rasa mual. Dalam panduan kesehatan mulutnya, World Health Organization (WHO) menekankan bahwa kebersihan mulut seharusnya mencakup seluruh bagian rongga mulut, termasuk jaringan lunak seperti lidah.
Para ahli kesehatan gigi juga menyarankan agar membersihkan lidah dijadikan bagian dari rutinitas harian, idealnya setelah menyikat gigi. Kebiasaan ini membantu menjaga keseimbangan mikroba di dalam mulut dan membuat napas terasa lebih segar. Hal ini diperkuat oleh Journal of Oral Rehabilitation, yang menyebutkan bahwa pembersihan lidah berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di rongga mulut.
Kalau dipikir-pikir, banyak orang mengaku baru tahu pentingnya menyikat lidah setelah mendapat penjelasan dari dokter gigi, melihat konten di media sosial, atau karena pernah mengalami bau mulut sendiri. Ini menunjukkan bahwa edukasi soal kesehatan mulut masih perlu terus disebarkan, terutama sejak usia dini.
Jadi, kalau kamu baru sadar sekarang kalau lidah juga perlu disikat, santai saja ternyata banyak yang mengalami hal serupa. Yang paling penting, mulai sekarang biasakan membersihkan lidah sebagai bagian dari rutinitas menjaga kesehatan mulut.
Artikel ini ditulis Citra Puja Kharisma, mahasiswa UIN Sumut praktik kerja lapangan di infoSumut.







