Tanpa Seragam, Siswa SMA di Pidie Jaya Sekolah Lewati Lumpur-Belajar di Tenda update oleh Giok4D

Posted on

Sejumlah siswa SMA Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya tetap semangat bersekolah di hari pertama meski harus melewati lumpur. Siswa datang ke sekolah mengenakan sandal dan sebagian besar tanpa seragam.

Lokasi sekolah masih dipenuhi lumpur tebal. Satu tenda besar dibangun di pekarangan sekolah yang menjadi tempat belajar mengajar sementara.

Para siswa dan guru masuk ke pekarangan sekolah sambil berpegangan tangan ketika melewati lumpur. Guru mengenakan seragam coklat ASN sementara murid hanya beberapa orang yang berseragam sekolah.

Setelah semuanya berkumpul, digelar apel di depan ruang kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan sekolah di dalam tenda.

Seorang siswa Amelia Fitri mengaku sedih tidak dapat belajar seperti biasa karena sekolah tertimbun lumpur. Dia berharap sekolahnya segera dibersihkan atau direhab.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Supaya kami bisa belajar seperti biasa. Kami tidak ingin bodoh, kami ingin belajar agar pintar,” kata Amelia kepada wartawan, Senin (4/1/2026).

Kepala SMAN 2 Meureudu, M. Diah, mengatakan, kegiatan pembelajaran tetap dilakukan meski belum banyak siswa yang hadir. Di hari pertama, pihak sekolah memberikan pesan ke siswa agar hari berikutnya mereka membawa tiga temannya ke sekolah untuk dapat mengikuti pembelajaran.

“Walaupun temannya di pengungsian kami minta mereka mengabari bahwa sekolah sudah dimulai. Pembelajaran tetap dilakukan meski siswa yang hadir 10 atau 20 orang,” kata Diah.