Seorang tukang pangkas bernama Nanda Nugraha (21) mencuri sepeda motor tamu hotel, usai menginap bersama pacarnya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, ada dua pelaku yang telah ditangkap, salah satunya ditembak.
Adapun kedua pelaku yang telah ditangkap adalah Nanda bersama seorang temannya bernama Dody Syahputra (30).
“Untuk salah satu tersangka (Dody), kita lakukan tindakan tegas terukur (ditembak) karena pada saat pengembangan, tersangka berusaha untuk melarikan diri dan menyerang petugas (kepolisian),” kata Kapolsek Medan Area Kompol Dwi Himawan Chandra saat diwawancarai, Jumat (9/1/2026).
Himawan mengatakan pencurian itu terjadi di salah satu penginapan di Jalan Menteng Raya, Kecamatan Medan Denai, 20 Oktober 2025. Awalnya, pelaku Nanda yang baru saja menginap bersama pasangannya melihat kunci motor korban masih tergantung.
Alhasil, Nanda mengambil kunci tersebut dan pergi meninggalkan penginapan tersebut. Lalu, kunci sepeda motor itu diberikannya kepada pelaku Dody.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Tak lama, Dody datang ke penginapan itu dan mengambil motor korban.
“Kebetulan korban ataupun pemilik kendaraan ini tidak sengaja meninggalkan (kunci) kendaraan bermotor karena baru ditinggal sebentar di tempat penginapan. Dia (korban) kembali dan kendaraan sudah diambil oleh pelaku,” jelasnya.
Petugas kepolisian pun menyelidiki kasus itu dan menangkap kedua pelaku pada 3 Januari 2026. Pelaku Dody merupakan seorang residivis yang pernah melakukan aksi begal di Jalan Juanda.
Sementara pelaku Nanda baru pertama kali melakukan aksinya. Saat ini, petugas kepolisian tengah mendalami aksi-aksi lain yang kemungkinan dilakukan oleh pelaku.
“Salah satu tersangkanya merupakan residivis curas,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu M Yusuf Sidabutar mengatakan awalnya korban tengah menginap bersama dengan pasangannya di hotel tersebut dan memarkirkannya motornya sekira pukul 07.00 WIB. Namun, ternyata korban lupa mencabut kunci sepeda motornya dan langsung memesan kamar.
“Kunci kontak lupa dicabut sama korban,” ujarnya.
Lalu, sekira pukul 17.00 WIB, korban bangun dan ingin keluar dari penginapan tersebut. Setibanya di tempat parkir, korban melihat sepeda motornya telah hilang.
“Dicek CCTV yang ada di penginapan, benar ada sepasang tamu yang mengambil Kunci motor korban,” sebutnya.
Atas kejadian ini, korban membuat laporan ke Polsek Medan Area. Petugas kepolisian pun menyelidikinya dan menangkap kedua pelaku secara bertahap.
Awalnya, petugas kepolisian menangkap pelaku Nanda saat bekerja memangkas rambut pelanggannya di Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai sekira pukul 13.00 WIB.
Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah mencuri sepeda motor korban bersama pelaku Dody. Petugas pun mencari Dody dan menangkapnya.
Hasil pemeriksaan, motor korban tersebut telah dijual oleh pelaku Y seharga Rp 4 juta. Uang tersebut dibagi oleh ketiga pelaku dan masing-masing mendapatkan Rp 1,3 juta.
Uang itu digunakan para pelaku untuk berbagai hal, salah satunya membeli baju dan sandal.
“Sepeda motor korban dijual oleh Y kepada seseorang seharga Rp 4.000.000. Lalu, uang tersebut dibagi per orangnya mendapat Rp 1.300.000 dan sisanya yang Rp 100.000 dibelikan makanan,” sebutnya.
Polisi lalu membawa Dody untuk mencari pelaku Y. Namun, saat proses pencarian, pelaku melawan petugas hingga terpaksa ditembak di bagian kaki.
“Secara tiba-tiba tersangka mendorong Anggota tim, sehingga terjatuh dan anggota tersebut memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara dan tidak diindahkan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur ke arah kaki kanan,” pungkasnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu M Yusuf Sidabutar mengatakan awalnya korban tengah menginap bersama dengan pasangannya di hotel tersebut dan memarkirkannya motornya sekira pukul 07.00 WIB. Namun, ternyata korban lupa mencabut kunci sepeda motornya dan langsung memesan kamar.
“Kunci kontak lupa dicabut sama korban,” ujarnya.
Lalu, sekira pukul 17.00 WIB, korban bangun dan ingin keluar dari penginapan tersebut. Setibanya di tempat parkir, korban melihat sepeda motornya telah hilang.
“Dicek CCTV yang ada di penginapan, benar ada sepasang tamu yang mengambil Kunci motor korban,” sebutnya.
Atas kejadian ini, korban membuat laporan ke Polsek Medan Area. Petugas kepolisian pun menyelidikinya dan menangkap kedua pelaku secara bertahap.
Awalnya, petugas kepolisian menangkap pelaku Nanda saat bekerja memangkas rambut pelanggannya di Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai sekira pukul 13.00 WIB.
Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah mencuri sepeda motor korban bersama pelaku Dody. Petugas pun mencari Dody dan menangkapnya.
Hasil pemeriksaan, motor korban tersebut telah dijual oleh pelaku Y seharga Rp 4 juta. Uang tersebut dibagi oleh ketiga pelaku dan masing-masing mendapatkan Rp 1,3 juta.
Uang itu digunakan para pelaku untuk berbagai hal, salah satunya membeli baju dan sandal.
“Sepeda motor korban dijual oleh Y kepada seseorang seharga Rp 4.000.000. Lalu, uang tersebut dibagi per orangnya mendapat Rp 1.300.000 dan sisanya yang Rp 100.000 dibelikan makanan,” sebutnya.
Polisi lalu membawa Dody untuk mencari pelaku Y. Namun, saat proses pencarian, pelaku melawan petugas hingga terpaksa ditembak di bagian kaki.
“Secara tiba-tiba tersangka mendorong Anggota tim, sehingga terjatuh dan anggota tersebut memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara dan tidak diindahkan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur ke arah kaki kanan,” pungkasnya.







