Satu video yang menarasikan anggota DPRD Binjai, Ramlan ditelepon oleh pria yang mengaku-ngaku Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, viral di media sosial. Pelaku menipu dengan modus meminjam uang.
Berdasarkan video yang dilihat infoSumut, Kamis (22/1/2026), terlihat ada seorang pria yang tengah bertelponan dengan pria yang mengaku-ngaku Kapolres Binjai itu. Video itu direkam di dalam mobil.
Terdengar penipu itu mengatakan bahwa dirinya hendak meminjam uang untuk akomodasi perpindahannya. Untuk diketahui, AKBP Mirzal memang baru saja dimutasi menjadi Kapolres Binjai. Pengunggah menyebut Ramlan dihubungi oleh pria tersebut pada Kamis (15/1).
“Sedangkan biaya akomodasi itu dibebankan masing-masing kapolres, sedangkan anggaran saya hari Jumat besok baru bisa cair. Maksud saya Pak Ramlan, mungkin hari ini ada dana yang bisa saya pakai dulu, istilah kasarnya pinjaman sementara. Besok paling lambat jam 09.00 WIB atau 10.00 WIB, saya gantikan kembali,” kata pria yang mengaku-ngaku kapolres tersebut.
“Gini pak, soalnya memang di Binjai ini ada evaluasi gubernur itu baru turun, belum gajian juga semua,” jawab Ramlan.
Lalu, penipu itu berdalih bahwa dirinya membutuhkan uang Rp 50 juta. Namun sejauh ini dirinya sudah bisa mengumpulkan uang Rp 35 juta.
Alhasil, dia pun kekurangan uang Rp 15 juta dan berniat meminjamnya dari Ramlan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Ramlan yang disebut telah mengetahui soal aksi penipu itu pun tidak langsung memberikan uang tersebut. Dia berdalih untuk lebih dulu mengecek dana yang dimilikinya.
Pria tersebut pun meminta Ramlan untuk menghubungi nomornya jika memang uang yang akan dipinjam tersebut tersedia.
“Kalau memang ini, nanti suruh telpon saya ya. Nanti ketemunya di mana, apa di rumah dinas apa di luar,” kata penipu itu.
Mirzal membantah telah melakukan penipuan seperti halnya dalam video viral itu. Dia menegaskan bahwa pelaku hanya mencatut namanya.
“Tidak ada Kapolres Binjai melakukan hal seperti itu,” kata Mirzal saat dikonfirmasi infoSumut.
Mirzal mengatakan modus-modus penipuan seperti ini memang kerap terjadi, apalagi saat perpindahan pejabat. Dia pun meminta masyarakat untuk berhati-hati dan melaporkannya ke call center 110 jika menemukan modus penipuan seperti itu.
“Modus penipuan seperti ini sudah sering terjadi ketika ada perubahan pejabat baru dalam suatu institusi. Saran kami, kiranya masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh pejabat yang dicatut namanya. Silakan laporkan bila menerima modus penipuan seperti ini ke call center 110,” pungkasnya.
Mirzal membantah telah melakukan penipuan seperti halnya dalam video viral itu. Dia menegaskan bahwa pelaku hanya mencatut namanya.
“Tidak ada Kapolres Binjai melakukan hal seperti itu,” kata Mirzal saat dikonfirmasi infoSumut.
Mirzal mengatakan modus-modus penipuan seperti ini memang kerap terjadi, apalagi saat perpindahan pejabat. Dia pun meminta masyarakat untuk berhati-hati dan melaporkannya ke call center 110 jika menemukan modus penipuan seperti itu.
“Modus penipuan seperti ini sudah sering terjadi ketika ada perubahan pejabat baru dalam suatu institusi. Saran kami, kiranya masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat karena hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh pejabat yang dicatut namanya. Silakan laporkan bila menerima modus penipuan seperti ini ke call center 110,” pungkasnya.
