Lucky Widja, vokalis band Element menghembuskan nafas terakhir di RS Halim, Jakarta. Almarhum meniggal dunia setelah berjuang melawan penyakit TB ginjal.
Pria berusia 49 tahun itu meninggal dunia pada Minggu (25/1) malam. Penyakit TB ginjal sendiri sudah diidap Lucky sejak 2022 lalu.
“Lo sudah tenang, nggak sakit lagi, nggak butuh cuci darah lagi, nggak perlu oxygen lagi. Lo happy sekarang, bisa muda lagi, tenang di sana ya Ki,” tulis Ferdy Tahier, sesama vokalis Element dalam unggahan Instagram pribadinya, Senin (26/1/2026) dikutip infoHot. Tulisan sudah disesuaika dengan EYD.
Begitu juga dengan yang diungkapkan oleh Arya Element. Dia memohon doa untuk almarhum Lucky.
“Lo udah nggak sakit lagi sekarangg, loe udh nggak harus HD lagi skrg. loe udah tenang-tenang sekarang. Mohon di maafkan segalanya untuk almarhum selama di dunia, dan semoga almarhum Husnul Khotimah Amin Yra. Rest in Love,” tulis Arya.
Jenazah Lucky Widja disemayamkan di Jalan Haji Tholib, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Lucky meninggal dunia sekitar pukul 22.20 WIB. Keluarga dan sahabat, salah satunya Ferdy Tahier juga sudah berada di rumah duka.
Manajemen Element, Safri, mengatakan Lucky akan dimakamkan siang ini di TPU Jeruk Purut.
“Jeruk Purut,” kata Safri melalui pesan singkat.
Pada Februari 2023, Lucky Widja blak-blakan soal sakit yang diidapnya sejak 2022. Penyakit tersebut menghancurkan tubuhnya.
“Gue kena namanya TB Ginjal, tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing, ke bawah kena semua,” kata Lucky dalam channel YouTube Ferdy Tahier.
Semula cowok kelahiran Pontianak, 1 September 1976 itu merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Ketika bulan Ramadhan, dia kerap pingsan mendadak setelah buka puasa. Badannya terasa lemas, tapi keesokan harinya akan kembali bugar.
“Bulan puasa, tiap kali habis buka puasa gue pingsan. Malam baru pindah ke tempat tidur sampai ngerangkak, tidur lagi. Badan lemas kayak nggak bisa gerak, besok paginya segar, puasa lagi gue,” ceritanya.
Akhirnya Lucky memilih ke dokter. Pada saat itu, dokter melakukan pemeriksaan mulai dari cek darah hingga CT Scan. Lucky meminta dokter melakukan cek fungsi ginjalnya.
“Ternyata ginjal gue udah stadium 5 tinggal 18 persen. Gue panik dong, gue langsung ke dokter, CT Scan. (Dokter bilang) Parah, air nggak bisa lewat, ginjalnya satu udah kecil, satu bengkak,” tuturnya.
Lucky beberapa kali operasi untuk memasang dan mencopot stent. Dokter yang juga merasa aneh dengan kondisi Lucky, menduga sakit yang diidap adalah tuberkulosis ginjal.
“Pas lagi dipasang stent, dokter gini, ‘Ini apa ya? Kok aneh. Jangan-jangan TBC. Mas kayaknya ini TBC ginjal’,” kata Lucky menirukan ucapan dokter.
“Yang gila, kalau TBC paru-paru nular, kalau gue nggak, tapi ngancurin badan gue. Dokter bilang ini sudah menahun nih, ngancurinnya pelan-pelan. Berat badan gue dari 82-84 kg, turun ke 65-64 kg,” ungkapnya.
Sempat Idap TB Ginjal
Pada Februari 2023, Lucky Widja blak-blakan soal sakit yang diidapnya sejak 2022. Penyakit tersebut menghancurkan tubuhnya.
“Gue kena namanya TB Ginjal, tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing, ke bawah kena semua,” kata Lucky dalam channel YouTube Ferdy Tahier.
Semula cowok kelahiran Pontianak, 1 September 1976 itu merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Ketika bulan Ramadhan, dia kerap pingsan mendadak setelah buka puasa. Badannya terasa lemas, tapi keesokan harinya akan kembali bugar.
“Bulan puasa, tiap kali habis buka puasa gue pingsan. Malam baru pindah ke tempat tidur sampai ngerangkak, tidur lagi. Badan lemas kayak nggak bisa gerak, besok paginya segar, puasa lagi gue,” ceritanya.
Akhirnya Lucky memilih ke dokter. Pada saat itu, dokter melakukan pemeriksaan mulai dari cek darah hingga CT Scan. Lucky meminta dokter melakukan cek fungsi ginjalnya.
“Ternyata ginjal gue udah stadium 5 tinggal 18 persen. Gue panik dong, gue langsung ke dokter, CT Scan. (Dokter bilang) Parah, air nggak bisa lewat, ginjalnya satu udah kecil, satu bengkak,” tuturnya.
Lucky beberapa kali operasi untuk memasang dan mencopot stent. Dokter yang juga merasa aneh dengan kondisi Lucky, menduga sakit yang diidap adalah tuberkulosis ginjal.
“Pas lagi dipasang stent, dokter gini, ‘Ini apa ya? Kok aneh. Jangan-jangan TBC. Mas kayaknya ini TBC ginjal’,” kata Lucky menirukan ucapan dokter.
“Yang gila, kalau TBC paru-paru nular, kalau gue nggak, tapi ngancurin badan gue. Dokter bilang ini sudah menahun nih, ngancurinnya pelan-pelan. Berat badan gue dari 82-84 kg, turun ke 65-64 kg,” ungkapnya.
