Walkot Rico Jenguk Balita Diduga Korban Peluru Nyasar Imbas Tawuran Belawan - Giok4D

Posted on

Wali Kota Medan, Rico Waas menjenguk balita berumur 4 tahun berinisial AS yang diduga menjadi korban peluru nyasar saat terjadi tawuran di Belawan. Rico mendatangi Rumah Sakit Universitas Sumatra Utara (USU) untuk melihat kondisi korban.

“Saya menjenguk langsung seorang pasien anak. Ia mengalami luka pada bagian mata dan dikhawatirkan terdapat benda asing di dalamnya,” ujar Rico melalui unggahan akun Instagramnya dilihat infoSumut, Rabu (7/1/2026).

Rico meminta pihak rumah sakit dan dinas terkait untuk menangani AS dengan maksimal.

“Atensi saya jelas pastikan Asmi dilayani sebaik mungkin, dirawat dengan layak, dan mendapatkan pelayanan terbaik. Saya meminta dinas terkait serta pihak rumah sakit untuk menangani kasus ini secara serius dan maksimal,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Rico juga mengatakan saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan screening untuk memastikan langkah penanganan lanjutan, sehingga dapat memastikan tindakan lebih lanjut untuk melakukan operasi.

Sementara dari video yang diunggah Rico Waas, petugas medis di Rumah Sakit USU menjelaskan bahwa terdapat benda metal di bagian mata AS.

“Jadi dari foto yang diambil di RS Pirngadi ada metal di dalam matanya. Jadi kondisi bola matanya itu masih aman, metalnya ada di sisi yang lain berdekatan dengan mata,” ujar petugas medis tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan lanjutan masih sulit dilakukan lantaran AS kerap menangis saat akan dilakukan screening.

“Kami coba periksa tapi kesulitan karena anaknya tidak kooperatif. Dia menangis, sehingga matanya dikerutin jadi kami kesulitan,” tambahnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial AS (4) diduga tertembak peluru nyasar saat terjadi tawuran di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Peluru itu mengenai area matanya.

Ibu korban, Romanda Siregar (33) mengatakan peristiwa itu terjadi di depan kantor Pos Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Senin (5/1/2026) sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, dia dan anaknya tengah menaiki becak.

“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” kata Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1).

Lalu, tiba-tiba anaknya menangis sambil memegang bagian matanya. Tak lama, Romanda melihat bagian mata anaknya keluar darah. Dia tidak mengetahui pasti arah peluru tersebut.

“Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah,” jelasnya.

Romanda kemudian membawa AS ke RSUD Pirngadi. Berdasarkan hasil CT scan, peluru yang mengenai mata AS merupakan peluru senapan angin. Ia kemudian dirujuk ke RS USU untuk dilakukan bedah mata.