Badan Pusat Statistik (BPS) mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) untuk mendata dampak kerusakan rumah dan prasarana akibat bencana di Aceh. Mereka akan melakukan pendataan ke rumah-rumah serta tenda pengungsian.
Mahasiswa tiba di Aceh menggunakan pesawat komersil dan hercules pada Rabu (14/1/2026) dan Kamis (15/1/2026). Mereka akan ditugaskan di sejumlah daerah terdampak bencana di antaranya Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Plh. Kepala BPS Provinsi Aceh, Abd Hakim mengatakan, pendataan lapangan dilakukan mahasiswa Polstat dan pegawai BPS mulai hari ini hingga 26 Januari 2026 untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta infrastruktur yang rusak. Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga, pendataan di pengungsian serta pencatatan kondisi bangunan atau infrastruktur berbasis foto dan titik koordinat.
“Data yang dihimpun selanjutnya dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pemerintah daerah dan BNPB sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi oleh satuan tugas penanganan bencana,” kata Hakim dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Menurutnya, melalui kegiatan itu BPS Provinsi Aceh berkomitmen menghadirkan data statistik yang andal guna mendukung pengambilan kebijakan serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh secara berkelanjutan. Pendataan juga disebut mencerminkan peran aktif BPS dalam mendukung penyediaan data pascabencana yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, kata Hakim, BPS menjalankan peran sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam. Dia menyebutkan, penugasan ke lapangan bagi mahasiswa merupakan pengalaman yang sangat berharga dan
terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Polstat STIS Tahun 2026.
“Pengalaman ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran secara praktis, tetapi juga sebagai bekal penting dalam membentuk sikap profesional dan tanggung jawab di dunia kerja nantinya. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bertugas lah dengan penuh tanggung jawab dan lakukan yang terbaik dalam setiap amanah yang diberikan,” ujarnya.
