Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin meminta gedung UMKM Square Universitas Sumatera Utara (USU) yang dibangun menggunakan anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk segera difungsikan. Gedung tersebut berada di Jalan Dr Mansyur, Kota Medan.
Adapun pembagunan gedung UMKM USU tersebut menelan dana Rp 118 miliar dari APBD Kota Medan, dengan rincian yang tercantum dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada tahun anggaran 2024 sebesar Rp 99,1 miliar dan 19 miliar pada tahun 2025.
“Kita berharap dengan sudah selesainya bangunan ini dan sudah serah terima dari Perkim ke USU dalam waktu dekat ini harus juga disegerakan untuk dijalankan. Kalau tidak ya namanya bangunan kalau dibiarkan lama-lama akan hancur dan rusak. Nanti tidak ada lagi yang mau bertanggung jawab, nanti masalah bangunan ini gimana,” ujar Zakiyuddin usai meninjau bangunan yang terletak di kompleks Kampus USU Medan, Senin (12/1/2026).
Zakiyuddin menyebut, dalam waktu dekat antara Pemkot Medan dan USU akan menggelar rapat terkait pola kelola gedung UMKM Square USU.
“Jadi ini kita dalam waktu dekat akan rapat di Pemko. Untuk gimana pola kerja antara USU dan Pemko (terkait penggunaan gedung),” tambahnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan, fisik gedung sudah rampung dibangun. Namun, lantaran belum dipakai, beberapa sudut perlu pembenahan.
“Kalau dari tinjauan kita gedungnya sudah sangat bagus. Tapi ada beberapa yang rusak itu tadi karena tidak dimanfaatkan. Ada yang harus dibenahi sedikit ya. Makanya kita berharap gedung ini dalam waktu dekat harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, serah terima secara resmi antara Pemkot Medan kepada USU memang belum dilakukan.
“Serah terima belum. Dari Pemko ke USU belum. Tapi dari pekerja ke Dinas Perkim sudah, ke USU pun sudah, tinggal antara Pemko dan USU. Maka ini akan segera kita rapatkan insyaallah dalam waktu dekat ini harus tahu siapa yang mengelolanya dan gimana sistem mengelolanya,” ujar Zaki.
Menurut Zakiyuddin, penggunaan gedung akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak USU. Meskipun saat pembangunannya, gedung tersebut direncanakan sebagai pusat kolaborasi UMKM.
“Ya ini bisa pusat UMKM, ya nanti tergantung USU karena dulu pun ini dibuat akan dihibahkan ke USU. Waktu dibuat gedung UMKM ini akan dihibahkan ke USU. Nanti mungkin pihak USU yang berhak untuk mengerjakannya nanti kita rapatkan dengan pak wali bagaimana pola (kerjasamanya),” tutupnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
