Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (FK USU) Dr. dr. Almaycano Ginting, M.Kes, M.Ked (Clin.Path), Sp.PK meneliti manfaat limbah kulit manggis untuk penderita penyakit ginjal kronik.
Almaycano menyebut penelitian ini dilatarbelakangi pengamatannya terhadap penderita ginjal kronik yang masih sulit mengetahui upaya pencegahan dini.
“Kita mengamati bahwa penderita penyakit ginjal kronik khususnya itu sering sekali terlambat diketahui. Jadi sudah sampai stadium 4 stadium 5 baru mereka mencari pertolongan ke rumah sakit, pemerintah dan sebagainya,” ujar Almaycano, Rabu (7/1/2026).
Almaycano mengatakan, dengan kandungan antioksidan yang tinggi, limbah kulit manggis dapat dimanfaatkan untuk mengatasi peradangan. Khususnya, kata dia, pada penderita penyakit ginjal kronik.
“Saya melihat perlunya suatu upaya pencegahan dengan memanfaatkan limbah kulit buah manggis yang saya tahu dari beberapa literatur itu sudah memang memiliki efek anti oksidan dan anti inflamasi. Sehingga kita ingin buktikan bagaimana untuk mereka yang menderita penyakit ginjal kronik. Apakah memang ini bermanfaat atau tidak, terdampak atau tidak, berpengaruh atau tidak. Makanya kita lakukan penelitian ini,” tambahnya.
Penelitian ini menjadi bagian dari program doktoral di bidang patologi klinis yang ia jalani di FK USU sejak 2021. Ia memaparkan hasil disertasinya di hadapan promotor, ko-promotor dan para penguji pada Rabu (7/1/2026).
Almaycano berharap, dengan adanya penelitian tentang manfaat kulit manggis ini, masyarakat dapat memahami dan memaksimalkan fungsi kulit buah tersebut. Sehingga tidak menjadi limbah dan dibuang begitu saja.
“Harapannya ke depan tentu tidak mudah orang membuang begitu saja kulit manggis. Sehingga kalau bisa dimanfaatkan tentu ini akan menjadi suatu upaya yang akan berdampak kepada kepentingan nasional khususnya untuk tata laksana penyakit ginjal kronik,” ucapnya.
Dosen Patologi Klinik FK USU ini juga berharap, para penderita penyakit ginjal kronik dapat memiliki harapan baru dengan memanfaatkan sumber pengobatan yang berasal dari alam.
“Sehingga harapannya mereka penderita penyakit ginjal kronik itu punya harapan barulah jangan mereka jatuh ke anemia yang nantinya berdampak ke penyakit kardiovaskuler yang dapat menimbulkan kematian. Itulah salah satu kenapa saya ingin melakukan ini, supaya berdampak kepada mereka yang menderita penyakit ginjal kronik,” ucapnya.
