Relawan asal Banten kehilangan mesin genset dan tas berisi pakaian usai mobil mereka dibobol maling saat berada di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kini, mesin dan tas tersebut telah ditemukan.
Kepala Lingkungan (Kepling) I Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Khairul Aswad mengatakan informasi kejadian itu awalnya pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 06.30 WIB. Usai menerima informasi itu, Khairul pun langsung menuju lokasi dan menemui para relawan itu. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari relawan itu, harga genset itu mencapai Rp 17 juta.
“Mereka menelpon saya, saya langsung sigap, saya datang ke rumah mereka,” kata Khairul saat dikonfirmasi infoSumut, Selasa (20/1).
Setelah kejadian itu, Khairul bersama sejumlah warga lainnya pun berupaya untuk mencari keberadaan genset yang dicuri tersebut. Khairul dan sejumlah warga menyisir beberapa lokasi.
Belakangan ada warga yang menemukan genset dan pakaian itu, lalu menyerahkannya kepada Khairul untuk diserahkan kembali kepada para relawan tersebut.
“Mereka kan relawan juga, bantu kemanusiaan juga, makanya saya bantu mencarikan juga. Alhamdulillah, sebelum salat Ashar, ada orang yang mau mengantarkan barang itu, tapi bukan dia yang mencuri. Jadi, yang mencuri itu nggak berani (ngantar),” jelasnya.
Dia pun meminta genset dan pakaian itu dibawa ke rumahnya. Setelah salat Ashar, Khairul baru akan mengantar genset itu ke para relawan tersebut.
“Alhamdulillahnya saya siap salat, saya pulang, sudah adalah barang (genset) itu. Sebelum Ashar sudah diantarkan mereka. Semuanya yang dikembalikannya, tapi ada memang kekurangan. Katanya pakaian-pakaian itu ada dibakar mereka, karena katanya biar menghilangkan jejak,” kata Khairul.
Lalu, Khairul pun membawa genset itu ke rumah Vera, tempat para relawan tersebut beristirahat. Namun, ternyata saat itu para relawan tersebut telah melanjutkan perjalanannya. Alhasil, genset itu diserahkan Khairul kepada Vera.
“Dari rumah, saya antarkan langsung ke rumah warga saya tuh. Sama relawan nggak bisa kita ketemu, rupanya relawan sudah balik katanya. Karena mereka kembali, saya serahkan sama kak Vera. Hari ini, tadi saya sudah konfirmasi sama Kak Vera akan mengantarkan genset itu, bertemu dengan relawan dan relawan yang lain katanya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Vera (29), rekan dari para relawan tersebut mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Karya Bakti I, Lingkungan I, Kecamatan Medan Polonia. Saat kejadian, para relawan itu baru saja pulang dari Aceh dan singgah beristirahat di rumah Vera.
“Ini kan relawannya dari Banten, dari Aksi Semangat Peduli,” kata Vera.
Vera menyebut para relawan ini ke Aceh untuk mendirikan dapur umum dan juga program berbagi Al-Quran dan perlengkapan salat. Vera menyebut sudah seperti saudara dengan para relawan ini. Alhasil, sebelum pulang ke Banten, dirinya mengajak para relawan untuk singgah ke rumahnya di Jalan Karya Bakti itu.
Para relawan itu, kata Vera, tiba sekira pukul 02.00 WIB. Setibanya di Medan, para relawan pun bertamu ke rumah Vera dan mobil berisi barang-barang kebutuhan relawan diparkirkan di pinggir jalan.
Mereka pun mengobrol hingga waktu subuh. Lalu, sekira pukul 06.00 WIB, para relawan hendak mengambil barang mereka di mobil. Nahasnya, mobil ditemukan sudah dalam kondisi berantakan.
“Orang ini kan mau berbenah, mau ambil lah tas di dalam mobil. Pas sampai orang ini ke dalam mobil, itu sudah berserak semua barangnya,” jelasnya.
Vera dan teman relawannya pun kaget melihat kondisi itu. Setelah dicek, ternyata mesin genset dan sejumlah pakaian mereka telah hilang. Vera pun memberitahu soal pencurian itu ke saudaranya dan juga kepala lingkungan (kepling) setempat.
Setelah kejadian itu, para relawan itu pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Banten
“Jam 06.30 WIB itu, lapor ke kami kepling. Bapak itu datang. Yang hilang genset tas carrier dua sama ada tote bag yang isinya, di dalamnya banyak, campur-campur lah,” jelasnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
