Harga Daging Ayam di Pasar Tavip Binjai Masih Tinggi

Posted on

Harga daging ayam masih bertahan di angka tinggi yakni Rp 40 ribuan per kilogram di Pasar Tavip, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut). Sementara harga cabai berada di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang cabai, Aulia, mengatakan untuk hari ini harga cabai masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Stok cabai merah maupun cabai rawit juga masih tersedia cukup banyak.

“Harganya masih sama, stok juga masih melimpah. Cabai merah sekarang di kisaran Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi berbeda dirasakan pedagang ayam. Anita, pedagang ayam di pasar tersebut menyebut harga ayam potong masih bertahan di kisaran Rp 40 ribuan per kilogram. Harga itu belum mengalami penurunan.

“Masih sama aja harganya kayak hari-hari kemarin, sekitar Rp 40 ribuan. Nggak turun-turun, kayaknya memang nggak bakal turun ini,” kata Anita, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan harga ayam biasanya juga berpengaruh langsung terhadap harga telur. Menurutnya, jika harga ayam naik atau turun, maka harga telur akan ikut menyesuaikan.

“Kalau ayam naik atau turun, otomatis telur juga mengikuti. Cuma karena sekarang harga ayam segini, makanya harga telur juga naik dibanding bulan-bulan sebelumnya,” jelasnya.

Anita juga memprediksi harga ayam berpotensi kembali naik menjelang Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga ayam cenderung stabil atau turun sedikit saat awal Ramadan, namun akan meningkat mendekati Lebaran.

“Kalau masuk bulan puasa biasanya stabil atau turun dikit, soalnya untuk konsumsi sehari-hari. Tapi dekat Lebaran itu biasanya naik, karena banyak yang buat acara, masak-masak besar, peminatnya banyak,” tuturnya.

Untuk jenis ayam berukuran besar atau ayam kingkong, Anita menyebut saat ini dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Padahal hampir setahun lalu, harga ayam masih berada di kisaran Rp 36 ribu hingga Rp 40 ribu.

“Sekarang susah lah. Kalau mau balik normal kayak dulu, nggak tau kapan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan pedagang ayam lainnya, Ucok. Ia mengatakan saat ini hampir tidak ditemukan lagi harga ayam di kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram seperti tahun sebelumnya.

“Sekarang mana ada lagi harga ayam Rp 26-28 ribu. Yang Rp 35 ribu aja udah susah kali dapatnya,” katanya.

Ucok mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab tingginya harga ayam, apakah berasal dari agen atau dari pusat distribusi. Namun, menurutnya sejak adanya sejumlah program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga ayam cenderung naik dan sulit kembali turun.

“Entah masalah dari agennya atau dari pusatnya, kami nggak tau. Tapi semenjak ada program-program MBG itu, banyak yang naik harganya. Dan yang iyanya, nggak turun lagi, terutama harga ayam,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di infocom.