KAI Sumut Sampaikan Duka Atas Kecelakaan Tewaskan 9 Orang di Tebing Tinggi

Posted on

PT KAI Divre I Sumut merespons peristiwa tabrakan antara KA Sribilah Utama relasi Stasiun Rantau Prapat – Stasiun Medan dengan sebuah minibus. Pihaknya turut menyampaikan duka cita.

Insiden tersebut terjadi di perlintasan tidak terjaga di kilometer 83+300, tepatnya pada petak jalan antara Stasiun Laut Tador – Stasiun Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) pukul 18.24 WIB.

“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api,” Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, Kamis (22/1).

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali. Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga supir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan.

“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. Sedangkan masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menyebut jika petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api.

Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Sedangkan KA Sribilah Utama ditarik menuju Stasiun Tebing Tinggi oleh lokomotif penolong guna dilakukan perbaikan lokomotif.

“Setelah lokomotif berhasil diperbaiki, KA Sribilah utama diberangkatkan kembali dari Stasiun Tebing Tinggi tujuan Medan pukul 19.56 WIB dan mengalami kelambatan 84 menit. KAI Divre I Sumatera Utara meminta maaf kepada pelanggan KA Sribilah Utama atas kelambatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, ia meminta agar para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman sebelum melaju.

“KAI Divre I Sumatera Utara mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan dan keamanan bersama dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” pungkas Anwar.