Seorang pria bernama Irwansyah alias Iwan Selo (40) membobol rumah warga yang biasanya dijaganya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu dilakukan pelaku karena sakit hati tak disuruh lagi menjaga rumah korban dan tak diberi upah lagi.
“Tersangka ini melakukan aksinya karena sakit hati sama pemilik rumah,” kata Kapolsek Medan Area Kompol Dwi Himawan Chandra saat konferensi pers, Rabu (14/1/2026).
Himawan mengatakan pencurian itu terjadi di rumah korban Silvianty (51) di Jalan Rawa, Kecamatan Medan Denai, 28 Agustus 2025 siang. Pelaku masuk ke rumah tersebut dengan cara memanjat tembok dan naik ke atas atap.
Saat kejadian, kata Himawan, rumah tersebut memang dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berada di luar rumah. Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku mengambil TV dan juga teko kuningan milik korban.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Pelaku mencongkel atap belakang, kemudian masuk dan mengambil beberapa barang, di antaranya satu buah TV, terus teko, bedcover,” jelasnya.
Mantan Kasat Lantas Polres Asahan itu menyebut sebelumnya pelaku ini memang ditugaskan korban untuk menjaga rumahnya. Setiap bulannya, pelaku diberi upah sebesar Rp 15 ribu.
Namun, belakangan, korban tak mempekerjakan pelaku lagi, sehingga membuat pelaku sakit hati. Alhasil, pelaku berniat untuk membobol rumah korban.
“Yang semula tersangka ini ditugaskan atau bekerja untuk mengawasi rumah tersebut dengan dibayar Rp 15.000 per bulan. Kemudian yang bersangkutan tidak diperpanjang ataupun tidak dipekerjakan lagi oleh pemilik rumah, sehingga yang bersangkutan merasa sakit hati dan melakukan aksinya di rumah tersebut,” sebutnya.
TV yang dicuri pelaku tersebut dijualnya seharga Rp 50 ribu. Pada saat menjual tersebut, pembeli menyebut bahwa TV itu sudah dalam keadaan rusak, sehingga hanya laku sebesar Rp 50 ribu. Sementara, teko kuningan itu dijual pelaku sebesar Rp 90 ribu.
“Uang tersebut dari informasi dari tersangka, digunakan untuk biaya berobat orang tua,” pungkasnya.
Irwansyah mengatakan sudah mengetahui jadwal pemilik rumah tersebut keluar, sehingga tahu bahwa rumah itu dalam keadaan kosong. Dia mengaku melancarkan aksi itu karena kesal tak dipekerjakan lagi
“Iya (sakit hati), saya sudah tahu (kapan korban pulang),” ujar Irwansyah saat dihadirkan dalam konferensi pers.
Dia mengaku awalnya disuruh adik korban untuk menjaga rumah korban tersebut. Sebab, sebelumnya korban pernah kehilangan barang. Setiap bulannya, dia mengaku mendapatkan upah Rp 15 ribu dari korban.
“Saya dikasih jaga malam sama kakak ini Rp 15 ribu satu bulan. Ada yang ngompor-ngomporin biar saya nggak dikasih lagi sama kakak itu, di situ saya geram sama kakak itu, nggak dikasih saya bulanan Rp 15 ribu lagi, padahal rumah saya jaga. Kurang lebih 4 bulan (jaga) semenjak ada barangnya hilang,” jelasnya.
Pelaku mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia menyebut uang hasil mencuri itu digunakannya untuk makan sehari-hari dan biaya berobat ibunya yang terkena stroke.
“Uangnya untuk berobat mama sama makan, saya tak bekerja, mama stroke. Nyabu sudah tiga bulan tidak,” pungkasnya.
