Hingga kini, posisi pelatih Timnas Indonesia masih kosong. PSSI pun didesak agar segera mengumumkan sosok pelatih baru, paling tidak pada pekan pertama Januari 2025 jelang FIFA Series.
Sejak pertengahan Oktober 2025, Timnas Indonesia belum memiliki nahkoda. PSSI telah mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert beserta jajaran pelatih asal Belanda setelah gagal mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam proses pencarian pelatih anyar, PSSI telah menugaskan sejumlah pihak, termasuk Direktur Teknik Alexander Zwiers, untuk menjaring kandidat. Beberapa pelatih di Eropa sudah diwawancarai sebagai bagian dari tahapan seleksi.
Dua nama kemudian mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menangani skuad Garuda, yakni John Hermann, mantan pelatih Timnas Kanada, serta Giovanni van Bronckhorst yang saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Liverpool.
Meski sudah memasuki bulan Januari, PSSI belum juga mengumumkan siapa pelatih baru Timnas Indonesia. Kondisi ini mendapat sorotan dari pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni, yang menilai PSSI harus segera mengambil keputusan mengingat padatnya agenda pertandingan ke depan.
Timnas Indonesia dijadwalkan tampil di FIFA Series pada Maret 2026. Selain itu, ajang FIFA ASEAN Cup juga akan digelar pada pertengahan tahun.
“Saya termasuk yang memang keras berbicara, jangan mengulangi kekeliruan dalam pembuatan keputusan yang seperti terjadi pada kasusnya PK. Kita harus memulai prosesnya dengan lebih bertanggung jawab. Pelatih harus mempresentasikan gagasannya, lalu PSSI harus menguji kompetensinya dan konsepnya, lalu ada kontribusi dari direktorat teknis, Badan Tim Nasional, Direktur Teknis, sehingga keputusan komprehensif. Tapi jangan kelamaan juga,” kata Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni, dilansir infoSport, Jumat (2/1/2026).
“Memang waktu saya keras sekali mengkritik itu dengan harapan ada perbaikan dalam sistem rekrutmen ke depannya. Memang ada perbaikan ada wawancara dulu, rapat BTN, tapi jangan kelamaan karena agenda itu padat. Maret sudah ada FIFA series.” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa batas waktu ideal bagi PSSI adalah pekan pertama Januari agar pelatih baru memiliki waktu kerja yang cukup sebelum agenda internasional dimulai.
“Paling lambat minggu pertama Januari, PSSI harus sudah punya nama. Paling nanti baru bisa bekerja minggu ketiga, tidak mungkin minggu kedua. Minggu ketiga mulai dia bekerja melihat pertandingan liga, bertemu dengan BTN, bertemu dengan para pelatih, proses pendahuluan sebelum dia membentuk Timnas akan banyak. Nanti jangan-jangan proses melihat dan mengevaluasi pemain cuma sebentar karena di awal-awal pasti yang paling banyak, diskusi, dialog, audiensi. Itu akan banyak makan waktu.” ungkapnya lagi.
Ia khawatir mepetnya pengumuman pelatih baru Timnas nantinya akan jadi alasan jika hasil FIFA Series tak sesuai harapan.
“Pelatih nanti cuma akan mempunyai waktu satu bulan persiapan menuju FIFA Series. Dan itu akan menjadi argumen lagi kenapa tim dipersiapkan mepet. Bolak-balik kita berkubang di kesalahan yang sama,” kata dia menambahkan.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
