Dalam budaya masyarakat Melayu Tanjung Balai, istilah songgot menyonggot masih sering terdengar, terutama saat acara adat atau momen-momen penting tertentu. Meski tidak semua orang memahami arti dan maknanya secara mendalam, tradisi ini sebenarnya menyimpan nilai yang kuat dan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial serta spiritual masyarakat Melayu sejak lama.
Songgot menyonggot merupakan tradisi turun-temurun yang hidup dan dijaga oleh masyarakat Melayu Tanjung Balai. Tradisi ini bertujuan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga untuk menguatkan batin dan memberi ketenangan kepada seseorang yang sedang menghadapi kesulitan atau peristiwa penting dalam hidupnya.
Dikutip dari penelitian Sindy Pratiwi dan Ahmad Bengar Harahap (2024) dalam Analysis of the Songgot Menyonggot Tradition in the Tanjung Balai Community, tradisi ini menjadi simbol solidaritas sosial yang menekankan empati, dukungan moral, dan kebersamaan dalam komunitas Melayu Tanjung Balai.
Tradisi songgot menyonggot lahir dari nilai adat Melayu yang sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan, kepedulian, dan saling mendukung antarwarga. Nilai-nilai tersebut membuat hubungan sosial di tengah masyarakat tetap terjaga dengan hangat dan erat.
Selain itu, unsur religius juga sangat kental dalam praktik songgot menyonggot. Masih merujuk pada kajian yang dimuat dalam Asian Journal of Applied Education, nilai-nilai Islam turut ditanamkan dalam tradisi ini, sehingga adat dan ajaran agama berjalan berdampingan dan saling menguatkan dalam kehidupan masyarakat Melayu Tanjung Balai.
Dalam pelaksanaannya, songgot menyonggot biasanya dilakukan pada berbagai momen penting, seperti ketika seseorang sakit, mengalami musibah, akan berangkat menunaikan ibadah haji, menjalani khitanan, atau mengikuti kegiatan keagamaan lainnya. Kehadiran keluarga dan masyarakat dalam tradisi ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus doa agar orang yang bersangkutan diberi kekuatan dan ketenangan.
Meski perkembangan zaman membuat sebagian rangkaian adat tidak lagi dijalankan secara lengkap, tradisi songgot menyonggot masih tetap dipertahankan hingga kini. Bagi masyarakat Melayu Tanjung Balai, songgot menyonggot bukan sekadar ritual adat, melainkan warisan budaya yang mengajarkan nilai empati, kebersamaan, serta pentingnya saling menguatkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Artikel ini ditulis Citra Puja Kharisma, mahasiswa UIN Sumut praktik kerja lapangan di infoSumut.
