Viral Pedagang ‘Prank’ Warga di Sibolga, Janjikan Jual Rice Cooker Rp 20 Ribu

Posted on

Sejumlah video yang bernarasi seorang pedagang di Kota Sibolga, Sumatera Utara, diduga menyampaikan harga palsu tentang barang yang dijualnya lewat siaran langsung di media sosial viral. Barang-barang yang disebut dijual murah itu membuat ratusan warga sampai datang ke rumahnya.

Dalam video dilihat infocom, Jumat (23/1/2026), ratusan warga itu datang ke rumah seorang wanita yang akrab disapa Mak Olo. Kehadiran ratusan warga itu membuat Mak Olo panik dan membuat anggota kepolisian sampai turun tangan menenangkan warga yang ada di lokasi.

“Dia mengucap tapi dia pula yang ingkar. Banyak emak2 yg dtng dari jam 7 pagi mengantri berharap dapat mejikom harga Rp 20 ribu,” demikian narasi salah satu unggahan di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Kemuning Lingkungan VI, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, pada Rabu (21/1) pukul 09.00 WIB. Warga yang datang berasal dari daerah Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga Tapanuli Utara.

“Kedatangan warga dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat karena tidak menerima pemberitahuan secara jelas terkait penjualan barang-barang secara online yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” ujar Kasi Humas Polres Sibolga AKP Suyatno kepada infoSumut, Jumat (23/1/2026).

Suyatno mengatakan, petugas Bhabinkamtibmas yang datang ke lokasi untuk menenangkan masyarakat agar tidak terjadinya kericuhan. Polisi bersama kepala lingkungan setempat mencoba mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Bhabinkamtibmas juga menyampaikan kepada Ibu Irda Novelina br. Hutagalung (Mak Olo) agar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta tidak melakukan penjualan pada hari tersebut,” tutur Suyatno.

“Yang bersangkutan (Mak Olo) selanjutnya berkomitmen untuk menyusun jadwal penjualan secara tertib setiap harinya dengan sistem pembagian kupon kepada masyarakat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Suyatno mengatakan, pihak Mak Olo kemudian membagikan kupon kepada masyarakat. Usai pembagian kupon tersebut, masyarakat yang datang berangsur meninggalkan lokasi.

“Serta akan kembali sesuai jadwal yang tertera pada kupon masing-masing untuk melakukan transaksi pembelian. Adapun jadwal penjualan terlampir sesuai dengan kesepakatan bersama,” jelasnya.