Warga Aceh mulai kesulitan mendapatkan BBM. Selain di SPBU, antrean mengular di pedagang minyak eceran.
Pantauan infoSumut Minggu (30/11/2025), antrean panjang sudah terlihat sejak tadi malam di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie. Warga berkumpul di sepanjang jalan menuju SPBU untuk menunggu giliran diisi minyak.
Kendaraan didominasi kendaraan roda dua. infoSumut melakukan pemantauan dalam perjalanan dari Meureudu, Pidie Jaya menuju Banda Aceh.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Beberapa kios penjual minyak eceran di ‘Pertamini’ juga dipenuhi pemotor. Antrean di beberapa lokasi menyebabkan terjadi kemacetan di jalan raya.
Sementara di Banda Aceh, antrean masih terlihat. Warga rela menunggu untuk mendapatkan BBM.
“Semalam antre minyak di Lamnyong selama 2 jam tapi nggak dapat minyak. Tadi antre lagi di SPBU Lingke sekitar 30 menit,” seorang warga di Banda Aceh, Fadhil.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyebutkan saat ini terdapat 26 SPBU, 94 agen LPG, dan 9 SPBE yang terdampak akibat terputusnya akses menuju lokasi. Akses itu putus karena diterjang banjir dan tanah longsor.
Sejumlah kabupaten kota yang terdampak paling berat di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Subulussalam, Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya. Daerah itu menjadi prioritas penanganan oleh Pertamina.
“Meskipun demikian, pemantauan stok BBM dan LPG di lembaga penyalur tetap dilakukan secara intensif. Hingga 27 November 2025 pukul 21.00 WIB, tercatat stok gasoline sebesar 1.548 KL, gasoil 658 KL, serta 447.517 MT LPG yang tersebar di berbagai titik penyalur,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).
