Metabolisme yang baik berperan penting dalam keberhasilan diet sehat dan penurunan berat badan. Saat metabolisme bekerja optimal, tubuh mampu membakar kalori lebih efisien meski tanpa olahraga berat.
Kabar baiknya, meningkatkan metabolisme tak selalu membutuhkan cara rumit. Ada sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu tubuh tetap bugar sekaligus mendukung program diet sehat.
Dikutip infoHealth, berikut cara tingkatkan metabolisme agar berat badan turun:
Penelitian menunjukkan bahwa kafein bisa memicu tubuh untuk melepaskan neurotansmitter, seperti epinefin yang membantu mengatur cara tubuh memproses lemak.
Kendati demikian, efek ini bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Misalnya, salah satu penelitian menemukan bahwa kafein lebih efektif meningkatkan pembakaran lemak selama olahraga pada orang dengan gaya hidup kurang aktif dibandingkan dengan atlet terlatih.
“Konsumsi kafein dalam dosis sedang sebelum berolahraga secara efektif meningkatkan pemanfaatan lemak selama latihan aerobik intensitas submaksimal setelah periode puasa. Tapi, tingkat kebugaran peserta bisa memodulasi besarnya efek kafein pada oksidasi lemak selama berolahraga,” tulis peneliti dalam studi yang diterbitkan di National Library of Medicine.
Otot memiliki aktivitas metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan lemak. Dengan membangun massa otot, metabolisme tubuh bisa meningkat, sehingga membantu membakar lebih banyak kalori setiap hari, bahkan saat sedang beristirahat.
Latihan angkat beban juga bisa mempertahankan massa otot dan mencegah penurunan metabolisme yang bisa terjadi selama penurunan berat badan.
Mengonsumsi makanan bisa meningkatkan metabolisme untuk sementara waktu selama beberapa jam. Hal ini disebut dengan Thermal Emission Factor (TEF) atau efek termik makanan.
Protein menyebabkan peningkatan terbesar pada TEF. Dalam makanan, protein membutuhkan 20-30 persen dari energi yang bisa digunakan untuk metabolisme.
Mengonsumsi lebih banyak protein juga bisa mengurangi penurunan metabolisme yang sering dikaitkan dengan penurunan lemak. Hal ini karena protein membantu mencegah kehilangan massa otot, yang merupakan efek samping umum dari diet.
Duduk terlalu lama bisa berdampak negatif pada kesehatan. Aktivitas ini membakar lebih sedikit kalori dan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Sebuah tinjauan pada tahun 2018 menemukan bahwa berdiri atau jalan kaki saat bekerja dikaitkan dengan penurunna skor risiko kardiometabolik, berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida puasa, kolesterol total/HDL, dan insulin.
Dibandingkan berdiri, melangkah menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada tekanan darah sistolik bawah dan resistensi insulin. Jadi, di tengah akivitas kerja yang menghabiskan banyak waktu duduk, coba luangkan waktu berjalan.
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan yang signifikan pada kemungkinan obesitas. Hal ini juga terbukti memengaruhi kadar ghrelin, hormon lapar, dan leptin, hormon yang mengontrol rasa kenyang.
Dalam sebuah studi tahun 2019, para peneliti menemukan bahwa kurang tidur selama empat malam atau lebih sedikit menurunkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak.
5 Cara Tingkatkan Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
1. Minum Kopi
2. Latihan Beban
3. Konsumsi Banyak Protein
4. Sering Berdiri dan Jalan Kaki
5. Tidur Cukup
Duduk terlalu lama bisa berdampak negatif pada kesehatan. Aktivitas ini membakar lebih sedikit kalori dan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Sebuah tinjauan pada tahun 2018 menemukan bahwa berdiri atau jalan kaki saat bekerja dikaitkan dengan penurunna skor risiko kardiometabolik, berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida puasa, kolesterol total/HDL, dan insulin.
Dibandingkan berdiri, melangkah menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada tekanan darah sistolik bawah dan resistensi insulin. Jadi, di tengah akivitas kerja yang menghabiskan banyak waktu duduk, coba luangkan waktu berjalan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan yang signifikan pada kemungkinan obesitas. Hal ini juga terbukti memengaruhi kadar ghrelin, hormon lapar, dan leptin, hormon yang mengontrol rasa kenyang.
Dalam sebuah studi tahun 2019, para peneliti menemukan bahwa kurang tidur selama empat malam atau lebih sedikit menurunkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak.
