KSOP Ungkap Jembatan Pelabuhan Tanjung Buton Ambruk Imbas Tak Dirawat - Giok4D

Posted on

Jembatan penghubung ke Pelahuban Tanjung Buton Siak Riau roboh dan seluruh aktivitas bongkar muat dihentikan. Ternyata jembatan roboh karena tidak ada perawatan sejak dikelola BUMD, PT Samudra Siak (SS).

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Itu dibangun 2007 sampai tahun sekarang ini memang belum ada proses pemeliharan. Ya (sejak dikelola PT Samudra Siak),” tegas Kasi Lalulintas dan Angkutan Laut KSOP Kelas II Tanjung Buton, Eka ketika dimintai dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Akibat tak ada pemeliharaan, jembatan itu terlihat miring. KSOP lalu bersurat kepada Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut untuk pengecekan lebih lanjut.

“Kondisinya miring sedikit, tidak signifikan. Secara visual kami bukan ahli teknik sipil, makanya kami bersurat ke pusat untuk ini dilakukan pengecekan,” katanya.

Eka memastikan kontrak dengan PT SS dari BUMD Pemerintah Kabupaten Siak itu telah berakhir November 2024 lalu. Selanjutnya pengelolaan dilakukan oleh KSOP Kelas II Tanjung Buton karena berstatus Pelabuhan Internasional.

“Kontrak habis November 2024 sistem BOP, karena belum ada kontrak baru maka kami kelola karena ini Pelabuhan Internasional ya tidak boleh terhenti,” kata Eka.

Setelah jembatan ambruk, KSOP terpaksa harus menghentikan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut. Pelabuhan baru akan kembali dibuka setelah proses audit dari Kementerian Perhubungan tuntas.

Meskipun begitu, pihak pelabuhan sendiri sudah memberikan imbauan resmi pada seluruh kendaraan sebalum jembatan itu ambruk. Khusus untuk mengurangi tonase dari biasa 35 ton menjadi 10-15 ton.

Sementara untuk mobil minibus yang jatuh saat kejadian, Senin (5/1) kemarin adalah milik teknisi di pelabuhan. Sehingga dapat dipastikan tidak ada korban jiwa.

“Itu mobil milik teknisi sedang parkir. Tidak ada korban karena sejak jauh hari sudah kami berikan imbauan,” kata Eka.