Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan mayoritas responden menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia menegaskan bahwa PKS hingga kini belum menetapkan sikap terkait usulan tersebut.
“Masih menimbang masukan dari beberapa NGO (Non-Governmental Organization),” kata Mardani dilansir infoNews, Jumat (9/1/2025).
Anggota Komisi II DPR RI ini menyampaikan bahwa di internal PKS masih terdapat dua pandangan, yakni pihak yang mendukung Pilkada langsung oleh rakyat dan pihak yang mendukung Pilkada melalui DPRD. Oleh karena itu, PKS akan terlebih dahulu melakukan kajian mendalam terhadap sistem Pilkada yang diusulkan.
“Masih punya pendukung keduanya,” kata dia.
Mardani juga merespons hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas publik menolak Pilkada melalui DPRD. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk memilih sistem pemilu yang dinilai paling tepat.
“Publik punya hak untuk menilai. Karena sekali dalam lima tahun hak mereka untuk memilih langsung bisa dihapuskan,” ujar Mardani.
Ia menambahkan bahwa kelompok yang mendukung Pilkada melalui DPRD juga memiliki argumentasi tersendiri. Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut sebaiknya dibahas secara terbuka dalam ruang diskursus publik yang cerdas dan berbasis data.
“Tapi pendukung Pilkada melalui DPRD juga punya alasan. Bagus terus dijadikan diskursus publik dengan cerdas dan berbasis data,” tambahnya.
Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan penolakan terhadap skema Pilkada tidak langsung, dengan kelompok Generasi Z menjadi yang paling tegas menolak.
Dalam survei itu, responden diminta menjawab pertanyaan, ‘Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD’. Hasilnya, sebanyak 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju atau tidak setuju sama sekali.
Rincian hasil survei tersebut adalah sebagai berikut:
“Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,” kata Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
